Momen Guru Wawonii Konkep Geram saat Temukan Kotoran Manusia Berserakan di Ruang Kelas

Konawe Kepulauan – Seorang guru dibuat geram setelah menemukan kotoran manusia berserakan di ruang kelas Sekolah Dasar (SD) di Balai Desa Wawobeau, Kecamatan Wawonii Utara, Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep), Sulawesi Tenggara (Sultra), Kamis (22/1/2026).
Kondisi tersebut terekam dalam sebuah video yang kemudian viral di media sosial. Dalam video itu, terlihat ruang kelas dan meja belajar dipenuhi sampah serta kotoran manusia, sehingga tidak layak digunakan untuk proses belajar mengajar.
Video tersebut pertama kali diunggah oleh akun Facebook Sri Wahyuni dan menyebar luas ke berbagai platform media sosial. Unggahan itu juga memperlihatkan keresahan para guru yang terpaksa membersihkan ruang kelas sebelum siswa masuk.
Dalam unggahannya disebutkan bahwa kejadian serupa bukan kali pertama terjadi. Hampir setiap pekan, ruang kelas dan ruangan guru kerap dipenuhi kotoran manusia.
Sementara itu, Sri Wahyuni (36) saat dikonfirmasi Kendariinfo mengatakan, kejadian itu terjadi saat dirinya sedang berada di ruang kelas Balai Desa Wawobeau menunggu siswa masuk.
“Pagi-pagi di sekolah saya sedang tunggu siswa. Terus guru-guru sampaikan kalau di kelas ada kotorannya,” ujarnya saat dihubungi Kendariinfo, Jumat (23/1).
Sri kemudian mengecek langsung ruang kelas yang dimaksud dan mendapati kotoran manusia berserakan di atas meja kelas yang hendak digunakan para siswa.
“Saya masuk ternyata ada tai manusia. Saya syok dan bercampur aduk perasaan. Dari rumah niatnya mau mengajar, tetapi sampai di sekolah ada begituan,” tuturnya.
Dalam kejadian tersebut, kata Sri, kotoran manusia ditemukan di ruang kelas 3 dan kelas 5, sementara kelas 6 dilaporkan meja guru dan buku pelajaran dikencingi pada hari yang sama.
“Kotoran manusia ditemukan di kelas 3 dan kelas 5, kalau kelas 6 dikencingi meja guru dan bukunya,” lanjutnya.
Akibat kejadian itu, Sri bersama guru-guru dan sejumlah siswa terpaksa membersihkan ruang kelas sebelum proses belajar mengajar dimulai.
“Saya minta bantu dibersihkan sama murid, sambil saya bantu angkat meja yang ada kotoran itu, pas datang juga guru yang lain jadi kita sama-sama membersihkan,” bebernya.
Ia menambahkan, proses belajar mengajar siswa SD saat ini dilaksanakan di Balai Desa Wawobeau dan diikuti seluruh siswa dari kelas 1 hingga kelas 6. Hal itu dilakukan karena gedung SD di Desa Wawobeau saat ini dalam kondisi disegel.
“Di balai desa kita melakukan proses belajar mengajar karena sekolah SD di Desa Wawobeau saat ini disegel,” tambahnya.





