Momen Pelepasliaran Buaya 4,3 Meter di Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai Konsel

Konawe Selatan – Petugas Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Tenggara (Sultra) telah melepasliarkan buaya berukuran 4,3 meter di Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai (TNRAW), Kecamatan Tinanggea, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Senin (27/6/2022) malam. Buaya tersebut merupakan satwa liar yang ditangkap warga Desa Ambuau Indah, Kecamatan Lasalimu Selatan, Kabupaten Buton pada Sabtu (25/6) lalu.
Petugas membawa buaya dari Kantor BKSDA Sultra menuju TNRWA menggunakan mobil yang sama saat penjemputan. Setibanya di TNRAW, petugas lalu menurunkan buaya tepat di sisi Jalan Poros Bombana – Konsel. Buaya selanjutnya dibawa ke bibir kali dan satu per satu tali nilon yang mengikatnya dilepas, mulai dari keempat kakinya, mulut, dan ekor. Dengan hati-hati, petugas melepaskan ikatan terakhir buaya dan membiarkannya berjalan lalu berenang di air.
Pelepasliaran buaya tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Rescue BKSDA Sultra, Ashar. Dia mengatakan, pelepasan buaya di TNRAW bukan kali pertama. Dia menyebut, setiap buaya yang dievakuasi di sejumlah wilayah Sultra, seperti Bombana, Kendari, Konawe, dan Konsel selalu dilepasliarkan di TNRAW.

“Sudah sering, karena memang di sini (TNRAW) habitatnya,” kata Ashar kepada Kendariinfo, Rabu (29/6).
Sebelumnya, buaya 4,3 meter itu ditangkap di Desa Ambuau Indah oleh warga setempat karena muncul di dekat pemukiman usai banjir. Setelah ditangkap, petugas Seksi Konservasi Wilayah (SKW) I Baubau datang untuk mengevakuasi buaya. Pengiriman satwa buaya ke Kendari karena minimnya penangkaran di Buton. Sedangkan jika buaya dilepasliarkan pada habitatnya akan sangat membahayakan masyarakat.
Petugas SKW I Baubau pun mengantar buaya sampai di Desa Pure, Kecamatan Wakorumba Selatan, Kabupaten Muna. Sementara petugas dari BKSDA Sultra bertolak dari Kendari pukul 06.00 WITA untuk melakukan penjemputan. Serah terima pun dilakukan di sebuah lapangan di Desa Pure. Buaya diangkat dari kendaraan milik SKW I Baubau lalu dipindahkan ke mobil BKSDA Sultra.
“Kami yang menjemput dari Kendari berjumlah enam orang. Empat orang dari BKSDA Sultra dan dua orang dari SKW I Baubau,” jelasnya.

Dia mengaku petugas tidak punya kendala yang berarti selama proses penjemputan. Petugas juga mendapat bantuan dari masyarakat setempat untuk mengangkat dan memindahkan buaya karena bobotnya yang berat. Setelah serah terima selesai, buaya lalu dibawa ke Kendari melalui Pelabuhan Penyeberangan Labuan – Amolengo. Sehari di Kantor BKSDA Sultra, petugas lalu membawa buaya ke TNRAW.
“Evakuasi sendiri itu sudah sering kami lakukan. Kalau kendala itu paling karena bobot buaya sehingga kami butuh tenaga tambahan,” pungkasnya.
Detik-Detik Buaya 4,3 Meter yang Ditangkap Warga Buton Tiba di Kendari




