Museum Sultra Terima Kunjungan 20 Ribu Orang pada 2024, Mayoritas Pelajar dan Mahasiswa

Kendari – Museum Sulawesi Tenggara (Sultra) mencatatkan rekor jumlah pengunjung yang signifikan pada tahun 2024 dengan total 20 ribu orang. Jumlah itu merupakan lonjakan besar dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mencatatkan 6.000 pengunjung.
Peningkatan itu menunjukkan antusiasme tinggi terhadap koleksi budaya yang dipamerkan di museum. Menurut Kurator Museum Sultra, Agung Kurniawan, mayoritas pengunjung pada 2024 berasal dari kalangan pelajar dan mahasiswa, mencapai 95 persen.
Selain itu, pengunjung umum juga turut datang, termasuk mereka yang berasal dari luar Sultra. Beberapa turis internasional bahkan tertarik dengan kekayaan budaya lokal. Agung menyebut pada Desember 2024, pihak museum bahkan menerima kunjungan dari mahasiswa arkeologi universitas di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sultra), untuk melakukan penelitian.
“Kami membuka kesempatan bagi siapa saja yang ingin melakukan penelitian. Cukup dengan melaporkan tujuan dan membawa surat resmi dari instansi terkait,” ujar Agung pada Jumat (17/1/2025).
Museum Sultra sendiri beroperasi setiap hari kerja, Senin hingga Jumat, dari pukul 08.00 hingga 16.00 Wita, mengikuti jam operasional kantor Pemerintah Provinsi Sultra. Bagi pengunjung yang ingin datang pada akhir pekan, mereka diwajibkan mengonfirmasi terlebih dahulu dengan mengirimkan surat atau menghubungi pengelola museum melalui WhatsApp.
Agung juga mengingatkan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya di museum. Dengan meningkatnya jumlah pengunjung, museum semakin menjadi salah satu destinasi utama dalam melestarikan dan mengenalkan budaya Sultra kepada masyarakat luas.
“Museum ini adalah tempat yang sangat penting untuk melestarikan budaya Sulawesi Tenggara. Kami harap masyarakat dapat menjaga peninggalan ini dengan tidak merusaknya, karena ini adalah warisan yang sangat berharga,” ungkapnya.





