Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Terkini

Nilai Impor Sultra Naik 34,69 Persen pada November 2023

0
0
Ilustrasi pengiriman barang melalui bandara udara. Foto: Pixabay.

Sulawesi Tenggara – Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Tenggara (Sultra) merilis data capaian impor per November 2023, Selasa (2/1/2024). Dari data tersebut, nilai Impor Sultra sebesar US$169,70 atau naik 34,69 persen apabila dibandingkan Oktober 2023.

Statistisi Ahli Madya BPS Sultra, Muh. Amin, dalam keterangan resminya mengatakan capaian ini juga mengalami penurunan 16,83 persen apabila dibandingkan bulan yang sama tahun 2022.

Sementara dari segi volume impor, terjadi peningkatan dibandingkan bulan yang sama pada tahun 2022 lalu. Pada November 2023 volume impor Sultra 497,89 kg. Sementara periode yang sama tahun lalu hanya 390,34 kg.

“Dari segi sektor usaha, di antaranya sektor bahan baku/penolong senilai US$157,91 juta, meningkat 46,01 persen dibandingkan dengan Oktober 2023,” katanya melalui rilis BPS Sultra, Selasa (2/1/2024).

Jenis sektor konsumsi juga menyumbang nilai impor sebesar US$0,06 juta, turun 59,77 persen apabila dibandingkan Oktober 2023. Jika dibandingkan dengan bulan yang sama pada 2022, impor Sultra di sektor konsumsi turun 91,77 persen.

“Untuk jenis sektor barang modal menyumbang nilai impor sebesar US$11,72 juta, turun 32,77 persen dibanding Oktober 2023,” lanjutnya.

Amin menjelaskan, apabila dilihat dari persentase sektor usaha, jenis sektor bahan baku atau penolong menyumbang nilai terbesar yakni 93,06 persen dari total impor November 2023.

“Sedangkan untuk bahan konsumsi hanya 0,03 persen dan barang modal 6,91 persen,” jelasnya.

Bahan bakar mineral batu bara menjadi golongan barang impor utama di Sultra dengan nilai US$101,34 atau 59,72 persen. Batang besi juga menjadi barang impon utama di Sultra setelah batu bara dengan nilai US$46,67 juta atau 27,50 persen.

“Kemudian ada mesin-mesin, biji nikel dan konsentratnya, serta jenis mesin atau peralatan listrik berupa tanur atau tungku dan oven listrik,” lanjutnya.

Barang-barang impor di Sultra berasal dari Tiongkok senilai US$57,06 juta, Malaysia US$40,16 juta, Afrika Selatan US$35,07 juta, Singapura US$16,32 juta, dan Australia US$14,89 juta.

Bagikan berita ini:
Tetap terhubung dengan kami: