Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Terkini

Objek Wisata Rawa Molara Ditutup Sementara Akibat Sungai Lalindu Meluap

Objek Wisata Rawa Molara Ditutup Sementara Akibat Sungai Lalindu Meluap
Sungai Lalindu di Kecamatan Wiwirano, Kabupaten Konawe Utara (Konut) meluap. Foto: Istimewa. (14/3/2023).

Konawe Utara – Objek wisata Rawa Molara yang terletak di Desa Wawongsangi, Kecamatan Wiwirano, Kabupaten Konawe Utara (Konut) ditutup sementara. Penutupan dilakukan pemerintah setempat akibat dampak Sungai Lalindu meluap sejak Senin (13/3/2023).

Kepala Desa Wawongsangi Rahim mengungkapkan penutupan wisata tersebut dilakukan guna menghindari hal yang tidak diinginkan. Oleh sebab itu, wisatawan yang memiliki agenda berkunjung ke tempat ini agar ditunda sampai batas waktu yang memungkinkan.

“Iya kawasan wisata Rawa Molara kita tutup sementara karena air Sungai Lalindu sedang meluap besar,” kata Rahim dihubungi Kendariinfo, Selasa (14/3).

Keindahan Rawa Molara dengan panorama perbukitan hijau.
Keindahan Rawa Molara dengan panorama perbukitan hijau. Foto: Ikbal Hutamah.

Rahim menuturkan letak geografis antara Sungai Lalindu dan kawasan Rawa Molara cukup dekat. Sehingga ketika sungai meluap akan mudah menggenangi objek wisata tersebut.

“Jarak antara rawa dan sungai itu dekat hanya sekitar 100 meter saja. Jadi air dari sungai masuk rawa,” ungkapnya.

Dengan jarak tersebut, ketinggian air Sungai Lalindu yang meluap menggenangi Rawa Molara bervariatif. Bahkan di beberapa titik ketinggian air mencapai 2 meter.

“Air meluap itu bahkan bisa sampai di perkampungan,” ujarnya.

Ia menuturkan Sungai Lalindu meluap akibat intensitas hujan di wilayah hulu sungai cukup tinggi yang berakibat meluap hingga ke bawah. Sedangkan di kawasan Rawa Molara sendiri hujan dengan intensitas ringan.

“Di sini memang tidak hujan tapi di hulu sungainya itu hujan makanya meluap sampai di bawah,” ujarnya.

Baca Juga:  Terpukau Indahnya Air Terjun Matapila, Pesona Wisata Alam Belantara Konawe Utara

Ia sudah memerintahkan kepala dusun di masing-masing wilayah pintu masuk kawasan Rawa Molara untuk melarang wisatawan berkunjung. Rahim berharap agar beberapa hari ke depan objek wisata itu bisa dibuka kembali.

“Kalau surut itu tergantung cuaca. Biasa satu sampai dua hari hujan reda, nah air mulai surut, tapi kadang bisa sampai satu minggu juga airnya baru surut,” pungkasnya.

Editor Kata
Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten