Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Crime

Oknum Wartawan di Sultra yang Terjaring OTT Merasa Dijebak

0
0
Ilustrasi ditangkap. Foto: Pixabay.

Kendari – Oknum wartawan di Sulawesi Tenggara (Sultra) berinisial R, yang terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Polda Sultra atas dugaan pengancaman serta pemerasan merasa dijebak.

R yang merupakan redaktur di salah satu media daring ditangkap di area parkir Swiss-bel Hotel Kendari, Sabtu (30/10/2021) sekitar pukul 22.22 WITA. Dirinya diduga melakukan pengancaman serta pemerasan menggunakan pemberitaan kepada Ketua Asosiasi Persatuan Desa Seluruh Indonesia (APDESI), H Tasman yang dikabarkan telah melakukan tindak pelecehan terhadap seorang seorang wanita berinisial NYS.

Saat ini, R telah resmi ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Polda Sultra setelah menjalani pemeriksaan.

Dalam keterangan resminya, R menyebut dirinya dijebak dan difitnah bahwa telah melakukan pemerasan itu. Ia menjelaskan, saat berita dugaan pelecehan yang dilakukan Tasman ia terbitkan, dirinya terus mendapat telepon dari nomor yang tidak dikenal.

Merasa risih, ia pun menonaktifkan ponselnya sementara waktu. Tidak lama kemudian, R mengaktifkan ponsel dan langsung mengirim pesan WhatsApp ke Tasman. Dibalas Tasman dengan menyuruh R ke rumahnya untuk ketemuan.

“Saat itu saya dapat info melalui Tasman kalau Kasat Intel Polres Konawe cari saya. Dipertemuan itu juga dia meminta untuk beritanya di-take down atau diturunkan. Tapi saya bilang kalau masalah itu bagian direksi tanggung jawabnya. Jadi persoalan ketika berita itu tidak berdasar bisa dihapus, tapi harus ada hak jawabnya,” jelasnya.

Dari pertemuan itu, R kemudian diajak oleh Kasat Intel Konawe untuk ke Kendari karena Tasman ada pertemuan di sana, sekaligus melanjutkan pembicaraan terkait berita dugaan pelecehan itu.

Pertemuan itu di area kolam renang hotel, di sana sudah ada empat orang lainnya. Tasman kembali membujuk R untuk menurunkan pemberitaan atas dirinya. Kembali dijelaskan, bahwa untuk menarik berita ada prosedurnya.

“Saya bilang lagi, kalau persoalan berita saya tidak tahu. Namanya saja ini perempuan saya tidak tahu, karena yang angkat ini beritanya wartawan saya di Kolaka, haknya saya itu menyaring ini berita. Ini berita bisa dihapus ketika tidak berdasar, tapi dalam kurun waktu satu minggu harus ada klarifikasi, atau hak jawab. Jangan sampai mereka anggap saya sudah 86,” terangnya.

Lanjutnya, secara tiba-tiba Tasman mengeluarkan uang senilai Rp15 juta dalam sebuah amplop. R pun kaget, sebab sejak awal pembicaraan tidak ada sekalipun negosiasi harga. Uang belasan juta itu ia tolak, tapi ia terus dipaksa untuk menerima bahkan uang itu langsung dipaksa masuk ke dalam saku celananya.

“Pada saat dikasih masuk itu uang, langsung datang polisi. Padahal saya mau kasih kembali itu uang tapi mereka langsung lari. Saya tidak pernah mau 86 itu. Saya juga tidak pernah menentukan tempat ketemu, yang tentukan tempat Pak Kasat Intel Polres Konawe dan yang paksa saya datang di situ Pak Kasat,” ungkapnya.

Atas kejadian itu, R merasa dirinya dijebak agar terkena operasi tangkap tangan (OTT) Polda Sultra.

Sementara itu, Kasat Intel Polres Konawe, Iptu Abdul Rakhman saat dihubungi awak pers mengatakan, keterlibatan dirinya hanya untuk memediasi kedua pihak sesuai permintaan R. Persoalan transaksi, sama sekali tidak ia ketahui.

Bahkan Rakhman telah mewanti-wanti R agar jangan sampai ada pembicaraan transaksi secara transfer ataupun tunai dalam pertemuan itu.

“Saya memang mempertemukan mereka, tapi saya tidak tahu sampai ada transaksi uang itu. Saya sudah bilang sama dia, jangan sampai ada transaksi lewat transfer atau angka-angka. Jangan sampai dia dijebak, saya sudah ingatkan,” ucapnya.

Rakhman menegaskan, untuk tidak membuat argumen seolah dirinya telah menjebak R untuk bertemu dengan Tasman kemudian terkena OTT.

“Tidak ada kepentinganku sama mereka, jangan coba-coba mereka libatkan saya. Saya bisa melapor juga kalau begitu,” tegasnya.

Diduga Lakukan Pemerasan, Oknum Wartawan di Kendari Dibekuk Polisi

Bagikan berita ini:
Tetap terhubung dengan kami: