Operator Ekskavator Tewas Terjepit Usai Tertimpa Batu di Baubau

Baubau – Seorang operator alat berat, Akbar (33), dinyatakan meninggal dunia setelah terjepit ekskavator akibat tertimpa batu besar di kawasan Perumahan Griya Puncak, Kelurahan Kadolo, Kecamatan Kokaluna, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra), Kamis (26/3/2026), sekitar pukul 10.00 Wita.
Peristiwa nahas itu terjadi saat korban tengah memperluas lahan perumahan menggunakan ekskavator. Tiba-tiba, area di atas lokasi kerja longsor, menyebabkan batu berukuran besar jatuh dan menimpa alat berat yang dioperasikannya.
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Baubau kemudian menerima laporan mengenai insiden tersebut sekitar pukul 10.23 Wita, lalu menuju ke lokasi kejadian dan berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait.
Kepala Bidang (Kabid) Damkarmat Baubau, La Ode Nur Alam Ndoaka, menyampaikan bahwa personel Damkar yang tiba di lokasi kejadian perkara (TKP) tidak langsung melakukan evakuasi karena kondisi medan dinilai berisiko.
Korban baru bisa dievakuasi sekitar pukul 11.15 Wita oleh tim search and rescue (SAR) gabungan dalam keadaan tidak bernyawa. Jenazah selanjutnya dibawa menggunakan mobil ambulans ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Palagimata Baubau, untuk penanganan lebih lanjut.
“Anggota Damkar langsung ke TKP dan berkoordinasi dengan pihak terkait, seperti kepolisian, Basarnas, TNI. Tim tidak langsung mengevakuasi karena medan berisiko. Kemudian dibantu ekskavator lain memindahkan batu, barulah korban dapat dievakuasi,” ungkap La Ode Nur Alam kepada Kendariinfo, Kamis (26/3).
Istri korban yang saat itu turut menyaksikan proses evakuasi sangat histeris saat melihat kondisi suaminya. Adapun korban dikabarkan berasal dari Kecamatan Batauga, Kabupaten Buton Selatan (Busel), Sultra.





