Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Terkini

Owner Street Kopling Kendari Inspirasi Kaum Muda Meraja Karier Lewat Secangkir Kopi

Owner Street Kopling Kendari Inspirasi Kaum Muda Meraja Karier Lewat Secangkir Kopi
Street Kopling Kendari di Kantor DPRD Sulawesi Tenggara (Sultra). Foto: Istimewa.

Kendari – Owner Street Kopling Kendari, Abd Rachman Syah Yusuf, mengajak kaum muda meraja karier melalui secangkir kopi. Inspirasi itu disampaikan usai dirinya 6 tahun bergerilya menjajakan kopi.

Suka duka Rahman, sapaan akrab Abd Rachman Syah Yusuf, dalam memulai bisnis telah lama ia rasakan. Di tahun 2018, seduhan yang ditawarkan kepada pecinta kopi dilakukan dengan berkeliling menggunakan sepeda motor tuanya.

Ia memarkir motor tuanya di depan Kantor Perwakilan BPKP Sultra, Jalan Balai Kota, Kelurahan Pondambea, Kecamatan Kadia, Kota Kendari. Ia juga biasa mangkal di pelataran Jalan Edi Sabara.

Owner Street Kopling Kendari, Abd Rachman Syah Yusuf, berkeliling menjajakan kopi dengan motor tua.
Owner Street Kopling Kendari, Abd Rachman Syah Yusuf, berkeliling menjajakan kopi dengan motor tua. Foto: Istimewa.

Sajian kopinya dinilai cocok segelintir orang. Rahman pun kerap mendapat panggilan dari berbagai instansi, baik kantor-kantor pemerintahan maupun di tempat keramaian lainnya.

Saat menawarkan sajian kopi, pria kelahiran Kendari, 6 Maret 1994 itu memilih beberapa tempat strategis. Tahun 2019 silam ia memarkir motor tuanya di Kantor DPRD Sultra. Dua tahun di sana, ia pindah lagi ke kawasan Tugu Eks MTQ Kendari. Hingga awal tahun 2024, ia masih di berada di lokasi itu.

Di pertengahan 2024, ia kembali ke Kantor DPRD Sultra. Tetapi, kariernya mulai berkembang. Bukan lagi motor tua yang digunakan. Melainkan kendaraan roda empat yang didesain menjadi tempat jualan kopi atau food truck coffee.

Baca Juga:  Kotak Amal Babut Taqwa Kolaka Utara di Gasak Maling, Uang Rp1 Juta Raib

Pria berusia 30 tahun itu mengatakan bisnis kopi di Kota Kendari menjanjikan. Dengan harga Rp13 ribu per gelas, ia bisa meraup keuntungan ratusan ribu setiap harinya. Dari pendapatan itu, ia bisa menghidupi istrinya, Safitri Apriati dan dua anaknya.

Terkait bisnis kopi yang ditekuni, Rahman mengaku bersyukur walaupun berbagai rintangan telah dialami. Seduhan kopi yang ditawarkan bikin sejumlah pecinta kopi di Kota Kendari jadi langganan tetapnya.

Pria lulusan Universitas Halu Oleo (UHO) itu mengaku juga bangga karena telah menciptakan lapangan kerja sendiri dan mampu mempekerjakan orang lain.

“Alhamdulillah, bisa berkarya dan menciptakan lapangan kerja meskipun masih kecil-kecilan,” katanya, Kamis (13/6/2024).

Saat ini Rahman fokus menjalankan bisnis kopi kelilingnya. Melalui usaha itu, ia berkeinginan besar mengumpulkan uang lebih banyak lagi agar bisa memfasilitasi keluarganya umroh ke tanah suci.

“Meskipun prosesnya lambat, tapi semua saya bisa nikmati. Saya ingin umrah melalui usaha yang saya jalankan ini. Saya juga berkomitmen ingin menginspirasi anak muda untuk berkarya sembari mengajarkan ilmu-ilmu agama. Sebab, semua usaha ini bisa berjalan lancar karena doa-doa dan ikhtiar kepada sang khalik,” pungkasnya.

Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten