Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Education

Paham Radikalisme Masih Tinggi, Polda Sultra dan PTN Terbitkan Buku

0
0
Kapolda Sultra, Irjen Pol Yan Sultra Indrajaya saat memberikan sambutan dalam rapat koordinasi (rakor) pembentukan Tim Penulis Buku. Foto: Istimewa.

Kendari – Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) bersama Perguruan Tinggi Negeri (PTN) Universitas Halu Oleo (UHO), Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari, dan Universitas Nahdlatul Ulama (NU) membentuk Tim Penulis Buku tentang pencegahan serta penyebaran paham radikalisme dan intoleran.

Rapat koordinasi (Rakor) finalisasi buku berjudul “Merawat Harmoni” sinergi Polda, UHO, IAIN, dan NU ini digelar Kamis (9/9/2021), dan siap diterbitkan.

Kapolda Sultra, Irjen Pol Yan Sultra Indrajaya menuturkan, pembuatan “Merawat Harmoni” bukan tanpa alasan. Ideologi dan paham radikalisme masih menjadi permasalahan dan tantangan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Tim Penulis Buku tentang pencegahan paham radikalisme dan intoleran saat melakukan rapat koordinasi (rakor). Foto: Istimewa.

“Ini menjadi kepedulian bersama untuk membentengi masyarakat Sultra dari ideologi dan paham radikalisme. Sebab hal ini menjadi permasalahan dan tantangan kita berbangsa dan bernegara,” ujarnya melalui keterangan pers yang diterima Kendariinfo.

Ketua NU Sultra, KH Muslim mengungkapkan, ide penulisan buku ini lahir ketika NU dan Polda Sultra melakukan koordinasi dan supervisi di 17 kabupaten/kota. Ternyata, paham-paham menyimpang tentang agama masih ditemukan.

“Lahirnya ide ini karena adanya temuan kami dan kepolisian terkait ancaman radikalisme dan intoleran di Sultra. Sehingga dianggap perlu untuk mencegah hal tersebut dan salah satunya yakni pembuatan buku yang sebentar lagi akan diterbitkan,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Tim Penulis dan Penerbitan Buku, Aris Badara menjelaskan, “Merawat Harmoni” nantinya akan dikemas menjadi bacaan yang mudah dipahami, baik di lingkungan kampus, sekolah, dan keluarga.

“Buku ini akan menjadi bahan bacaan di tengah masyarakat karena bahasanya dibuat sederhana dan mudah dipahami. Di mana di dalamnya terdapat upaya dini mencegah radikalisme dan intoleran. Kita berharap ini akan menjadi solusi,” pungkasnya.

Bagikan berita ini:
Tetap terhubung dengan kami: