PAM Tak Lancar, Warga Patua Wakatobi Kesulitan Dapat Air Bersih
Wakatobi – Warga Desa Patua II, Kecamatan Tomia, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra), mengalami kesulitan dalam memperoleh air bersih untuk kebutuhan dapur, termasuk masak dan minum.
Salah satu warga, Darman Yaman, mengatakan kondisi tersebut dialami warga cukup lama, yakni sekitar lima bulan.
“Masak minum. Sudah lama. Sekitar lima atau empat bulan. Selama musim kemarau ini,” ujarnya kepada Kendariinfo, Sabtu (3/10/2026).
Darman menuturkan sumber air warga mulanya berasal dari air hujan yang ditampung. Namun, musim kemarau pada 2026 ini menyebabkan persediaan air kian terbatas.
“Kita di sini kalau sumber air dari air hujan yang kita tampung. Warga bikin penampung air hujan di masing-masing rumah. Jadi, di saat musim kemarau tiba, kita memakai air hujan yang kita tampung tadi,” tuturnya.
Kesulitan kian dirasakan warga saat perusahaan air minum (PAM) tersendat-sendat dalam menyalurkan pasokan air ke masyarakat.
“Ada air PAM, tapi sudah berapa bulan ini tidak pernah kita dapatkan lagi. Itu pun kalau dia jalan satu Minggu dua kali,” ungkap Darman.
Hingga kini, warga berbondong-bondong mengantre untuk mendapatkan air yang dibagikan menggunakan mobil pikap ke permukiman. Air itu kemudian diisi ke jeriken atau wadah kosong. Akan tetapi, belum diketahui identitas pihak yang menyalurkan air tersebut.
