Pandemi Beri Dampak Pertumbuhan Ekonomi di Baubau
Baubau – Pandemi Covid-19 berdampak pada pertumbuhan ekonomi daerah Kota Baubau. Hal ini terjadi pada menurunnya penerimaan pendapatan daerah, dan meningkatnya anggaran belanja yang diperlukan untuk penanganan Covid-19.
Merujuk pada hal tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau melakukan penyesuaian anggaran dengan membuat rancangan perubahan APBD tahun anggaran 2021, dan telah ditetapkan menjadi peraturan daerah.
Wali Kota Baubau, A.S. Tamrin, merinci target pendapatan daerah yang dianggarkan dalam perubahan APBD sebesar Rp840 miliar lebih, atau Rp840.784.051.800. Anggaran itu terdiri dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp111.775.067.051, dana transfer senilai Rp699.590.594.749, dan lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp29.418.390.000.
“Kita ketahui bersama, bahwa proporsi terbesar dari pendapatan daerah kita masih berasal dari dana transfer pemerintah pusat dan transfer antar daerah. Pada rancangan APBD ini proporsi dana transfer sebesar 83,21 persen dari total pendapatan daerah. Sedangkan PAD baru memberikan kontribusi sekitar 13,29 persen, dan lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar 3,50 persen,” katanya, Jumat (24/9/2021).
Selain itu, belanja daerah sebesar Rp1 triliun lebih dialokasikan untuk penanganan Covid-19 mencapai sekitar Rp88 miliar, yang terdiri dari dukungan belanja kesehatan sebesar Rp52,63 miliar, dukungan pemulihan ekonomi Rp 17,96 miliar, dan perlindungan sosial kurang lebih sebesar Rp 17,42 miliar.
“Dalam rancangan perubahan APBD tahun anggaran 2021, belanja daerah direncanakan sebesar Rp1.015.683.152.605, terdiri atas belanja operasi, belanja modal dan belanja tidak terduga,” jelasnya.
Lalu dari segi pembiayaan netto, yakni sebesar Rp174.899.100.805. Nominal itu merupakan selisih antara penerimaan pembiayaan dengan pengeluaran pembiayaan.
Penerimaan pembiayaan daerah dianggarkan sebesar Rp 178.499.100.805 dan pengeluaran pembiayaan daerah sebesar Rp 3.600.000.000, yang akan digunakan untuk penyertaan modal pemerintah daerah kepada PDAM Kota Baubau.
