Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Muna

Panik Tertinggal Kapal Feri Jadi Alasan Keluarga Pasien Mengamuk di RSUD Mubar

Panik Tertinggal Kapal Feri Jadi Alasan Keluarga Pasien Mengamuk di RSUD Mubar
La Ode Gamal, keluarga pasien yang mengamuk hingga kejar perawat di RSUD Muna Barat (Mubar). Foto: Istimewa.

Muna Barat – Keluarga pasien yang menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna Barat (Mubar) menyampaikan permohonan maaf, usai video keributan viral di media sosial (medsos), Sabtu (21/6/2025).

Perwakilan keluarga pasien, La Ode Gamal dan Yuni mengaku, kejadian tersebut dipicu karena mereka panik kapal feri yang hendak mengantarkan keluarganya yang tengah sakit akan berangkat atau lepas jangkar.

Kata Gamal, sebelum insiden itu terjadi, keluarganya yang menjadi pasien di RSUD Mubar akan dirujuk ke salah satu rumah sakit di Kota Kendari. Namun, saat pasien akan dibawa, mereka dihadapkan dengan sejumlah kendala administrasi, uang jaminan, dan mobil ambulance yang tak kunjung datang.

Jelasnya, ketika itu waktu sudah menunjukkan pukul 14.30 Wita. Sementara kapal feri yang akan mereka tumpangi rute Pelabuhan Tondasi – Torobulu berangkat pukul 15.00 Wita. Namun hingga pukul 15.30 Wita, belum ada kejelasan dari pihak rumah sakit, mobil ambulance tak juga datang.

Di saat yang sama, pihak pelabuhan memberikan informasi kepada keluarga pasien bahwa mereka telah mengundur jadwal pemberangkatan sekitar 30 menit untuk menunggu si pasien. Jika tidak segera datang, kapal akan lepas jangkar dan tidak bisa mengulur waktu lagi.

Kepanikan itulah yang membuat sejumlah keluarga pasien mengamuk di rumah sakit. Bahkan, Gamal sendiri membanting meja dan kursi, hingga mengejar salah satu perawat di sana.

Baca Juga:  Materi Stand Up Komedinya Dinilai Lecehkan Salah Satu Suku di Sultra, Raim Laode Minta Maaf

“Intinya kami minta maaf atas kejadian itu, semua terjadi secara spontan. Kami panik karena kapal feri sudah mau berangkat,” jelas Gamal, Jumat (27/6).

Sementara itu, Yuni yang merupakan istri Gamal turut menyampaikan permohonan maaf. Katanya, ucapan yang dilontarkan dengan kata-kata kasar sembari merekam video bukanlah untuk melecehkan pihak rumah sakit. Alasannya sama, semua terjadi secara spontan dan kepanikan yang tak terkendali.

“Saya mohon maaf atas ucapan yang sama lontarkan, kami tidak ada niat melecehkan dan membuat kegaduhan, semua spontan dan bentuk kepanikan,” ujar Yuni.

Keluarga Pasien di RSUD Mubar Dilapor Polisi Dugaan Pengancaman dan Pencemaran Nama Baik

Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten