Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Bombana

Pascakasus Penembakan Warga Bombana, Bupati Hentikan Tambang Ilegal

0
0
Bupati Bombana, Burhanuddin. Foto: Istimewa. (10/1/2026).

Bombana – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bombana mengambil langkah tegas pascakasus penembakan warga di lokasi tambang di Desa Wambarema, Kecamatan Poleang Utara. Bupati Bombana memutuskan menghentikan seluruh aktivitas pertambangan ilegal di sejumlah wilayah guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Bupati Bombana, Burhanuddin, menegaskan bahwa setiap aktivitas penambangan, termasuk batu cinnabar dan mineral lainnya, wajib mengantongi izin resmi. Penambangan tanpa izin tidak akan ditoleransi dan dihentikan sampai seluruh persyaratan perizinan dipenuhi sesuai ketentuan yang berlaku.

“Pemerintah Kabupaten Bombana menegaskan bahwa setiap aktivitas penambangan, baik batu cinnabar maupun mineral lainnya, wajib memiliki izin resmi. Penambangan baru yang tidak berizin kami hentikan sampai seluruh perizinan dipenuhi sesuai aturan yang berlaku,” ujar Burhanuddin, Sabtu (10/1/2026).

Penghentian aktivitas tambang ilegal tersebut diberlakukan khususnya di wilayah Kecamatan Poleang Utara, Kecamatan Rarowatu, Kecamatan Rarowatu Utara, Kecamatan Lantai Jaya, dan Kecamatan Matausu. Kebijakan ini diambil sebagai langkah preventif untuk menjaga kondusivitas wilayah.

Sebagai tindak lanjut, Burhanuddin menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah memerintahkan Tim Terpadu yang melibatkan unsur pemerintah daerah, aparat penegak hukum, serta instansi terkait untuk melakukan penertiban terhadap seluruh aktivitas penambangan tanpa izin di Kabupaten Bombana.

“Kami telah memerintahkan Tim Terpadu untuk melakukan penertiban terhadap seluruh aktivitas penambangan tanpa izin. Penertiban ini berlaku bagi siapa pun, tanpa pandang bulu,” tegasnya.

Selain menyoroti kebijakan pertambangan, Burhanuddin juga menyampaikan keprihatinan atas insiden penembakan warga Desa Wambarema. Ia mengecam segala bentuk tindakan kekerasan dan meminta masyarakat tetap tenang serta tidak mudah terprovokasi.

“Saya mengajak seluruh masyarakat untuk menahan diri dan memercayakan penanganan kasus ini kepada aparat penegak hukum,” katanya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, insiden penembakan warga terjadi di lokasi tambang di Desa Wambarema, Kamis (8/1) dan diduga melibatkan oknum anggota Brimob Resimen II. Dalam peristiwa tersebut, seorang warga berinisial J mengalami luka tembak di bagian kaki dan kasusnya kini ditangani oleh Polda Sultra.

Ini Identitas dan Peran 4 Oknum Brimob Resimen dalam Kasus Penembakan Warga Bombana

Bagikan berita ini:
Tetap terhubung dengan kami: