Paskibraka Nasional 2025: Sultra Kirim 3 Pasang Pelajar Terbaik ke Jakarta
Kendari – Enam pelajar terbaik asal Sulawesi Tenggara (Sultra) dipastikan melaju ke tahap seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat nasional tahun 2025. Mereka terpilih usai melewati proses seleksi ketat tingkat provinsi pada 5 – 9 Mei 2025 lalu di salah satu hotel di Kota Kendari.
Seleksi yang diikuti oleh 100 peserta dari 17 kabupaten dan kota se-Sultra ini menghasilkan 45 pelajar terbaik sebagai anggota Paskibraka tingkat provinsi. Dari jumlah itu, 28 di antaranya adalah siswa dan 17 siswi.
Kepala Bidang (Kabid) Ideologi, Wawasan Kebangsaan, dan Karakter Bangsa, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sultra, Laode Muh Al Basyir, menjelaskan, dari 45 pelajar tersebut, terpilih tiga pasang peserta terbaik yang akan mewakili Sultra pada seleksi tingkat nasional. Penentuan dilakukan bersama tim dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) pusat.
Untuk kategori putra, Sultra akan diwakili oleh H.M Jundullah dari Kota Baubau, Muhammad Ikram Latif dari Wakatobi, dan Muhammad Faiq Alimuddin dari Kendari.
Sementara di kategori putri, yang terpilih adalah Waode Ariqa Hidayasti dan Naisya Auminari Hamiaso, keduanya dari Kendari, serta Waode Alika Zea Chanidya dari Muna Barat.
“Kami sedang menyelesaikan seluruh persyaratan administrasi bagi keenam peserta, termasuk pemeriksaan kesehatan di RS Bahteramas,” ujar Al Basyir saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (14/5).
Setelah kelengkapan administrasi terpenuhi, dokumen peserta akan dikirim ke pemerintah pusat untuk selanjutnya menunggu jadwal seleksi nasional.
Al Basyir menambahkan, Sultra tidak menetapkan target khusus kepada para peserta, seperti menjadi pembawa baki atau pengibar bendera. Ia menekankan bahwa yang terpenting adalah sikap dan penampilan selama proses seleksi berlangsung di tingkat nasional.
“Posisi di istana bukan ditentukan dari ambisi, tetapi dari bagaimana perilaku dan etika mereka selama seleksi,” jelasnya.
Berdasarkan hasil koordinasi terbaru, peringatan Hari Kemerdekaan RI tahun ini akan kembali dipusatkan di Istana Negara, Jakarta. Kebijakan tersebut diambil sebagai langkah efisiensi anggaran, sehingga pelaksanaan upacara tidak dilakukan di dua lokasi seperti tahun sebelumnya.
Dengan demikian, dari enam pelajar yang dikirim, hanya satu pasang terbaik yang nantinya akan dipilih untuk bertugas mengibarkan bendera merah putih di hadapan Presiden Republik Indonesia pada 17 Agustus mendatang.
