Pegadaian Catat Gadai Emas Selalu Jadi Tren di Kendari Tiap Jelang Ramadan
Kendari – Menggadaikan emas menjadi salah satu tren yang selalu muncul setiap menjelang bulan Ramadan di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). Hal ini tercermin dari catatan Pegadaian, di mana pada tiga bulan pertama tahun 2022 gadai emas tumbuh sebesar 4 persen.
“Setiap menjelang Ramadan, seperti tahun-tahun sebelumnya, tren pertumbuhan gadai atau permintaan masyarakat selalu mengalami peningkatan. Tahun ini di akhir kuartal pertama momentumnya bersamaan dengan bulan Ramadan sehingga pertumbuhan gadai khususnya emas sangat bagus mencapai 4 persen dengan nilai outstanding pinjaman mencapai Rp5 miliar,” jelas Pimpinan Cabang Pegadaian Kendari, Rahmat Saleh kepada Kendariinfo, Kamis (31/3/2022).
Tahun sebelumnya pun di periode yang sama, gadai emas alami pertumbuhan meskipun tidak sebesar di 2022, yakni 2 persen.
“Tahun lalu juga alami pertumbuhan, tapi memang tidak sebesar di tahun ini. Tahun kemarin gadai emas tumbuh 2 persen, dan momentumnya juga mendekati Ramadan,” sambungnya.
Dia mengungkapkan, terdapat beberapa sektor yang menyebabkan tren gadai emas selalu terjadi setiap menjelang Ramadan, yakni kebutuhan konsumtif masyarakat meningkat, seperti melakukan renovasi rumah dan membeli perabotan rumah tangga. Di mana hal ini selalu di akhir Ramadan, atau menjelang lebaran.
Faktor lainnya yakni datang dari sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), yang mana uang hasil gadai itu mereka gunakan untuk mengembangkan usaha.
“Kami melihat tren di setiap bulan Ramadan masyarakat menggadaikan emasnya untuk kebutuhan konsumtif, seperti merenovasi rumah dan membeli perabotan-perabaton. Kemudian saat ini juga para pelaku UMKM banyak yang melakukan gadai untuk mengembangkan usahanya, dan faktor lain adalah gadai emas untuk biaya pendidikan,” ungkapnya.
Melihat pertumbuhan positif, Rahmat optimis bahwa kondisi ekonomi masyarakat, khususnya para pelaku UMKM Kota Kendari akan semakin membaik.
“Karena jika kita bandingkan tahun lalu para UMKM masih ragu melakukan pinjaman untuk pengembangan usahanya, itu karena kondisi pandemi yang belum stabil. Tapi untuk sekarang, pandemi mulai membaik sehingga pelaku UMKM punya keberanian melakukan pinjaman untuk usahanya. Sehingga kehadiran Pegadaian bisa sangat diharapkan masyarakat sebagai pilih alternatif atau mungkin pilihan utama untuk mendapatkan fasilitas pinjaman,” pungkasnya.
