1 Pelaku Pembusuran di Apotek Puuwatu Farma Diringkus Polisi, 2 Masih DPO
Kendari – Pelaku pembusuran dan penyerangan di Apotek Puuwatu Farma, Jalan Pattimura, Kelurahan Watulondo, Kecamatan Puuwatu, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) berhasil diringkus polisi, Sabtu (26/3/2022).
Kasat Reskrim Polresta Kendari, AKP I Gede Pranata Wiguna mengatakan, pelaku berjumlah 3 orang tetapi yang berhasil diamankan 1 orang bernama Arman (36), sedangkan 2 pelaku lainnya yakni Fandi dan Farhan masih berstatus sebagai daftar pencarian orang (DPO).
“Ya, sudah ditangkap satu orang,” singkatnya, Minggu (27/3).
Gede menambahkan, dari tangan Arman ditemukan 2 buah parang, 4 buah anak busur, 4 buah batu, 1 lembar baju wana hitam, celana pendek, pecahan kaca, kursi plastik warna biru, dan sarung jok motor.
Atas perbuatannya, pelaku disangkakan Pasal 170 KUHPidana dan atau Pasal 406 KUHPidana dengan ancaman paling lama 5 tahun 6 bulan.
Kronologi Pembusuran di Apotek Puuwatu Farma
Pemilik Apotek Puuwatu Farma yang juga korban, Nita mengaku, insiden ini bermula saat seorang pria bernama Farhan (DPO) memalak dan meminta uang kepada sejumlah pengunjung rental Playstation (PS) yang berlokasi di samping apotek.
“Dia (pelaku) masuk di dalam rental PS, kemudian dia minta uang sama anak-anak yang main PS. Lalu dia meminta agar mereka keluar dari ruangan rental PS,” ujarnya dalam sambungan telepon, Selasa (22/3) lalu.
Setelah itu, Farhan mengambil sebuah botol kosong dan memecahkannya di depan halaman rental PS. Saat itu, seorang pria bernama Anton (paman korban) berusaha menghalaunya sebab khawatir pecahan botol bisa berimbas pada pengunjung lainnya. Namun, pelaku geram dan terlibat cekcok dengan Anton.
“Jangan sampai itu pecahan botol diinjak sama anak-anak yang main PS. Makanya dia larang tapi dia marah dan dorong-dorong pamanku di situ. Setelah itu ini anak (pelaku) dia pulang panggil bapaknya dan teman-temannya,” bebernya.
Tak lama kemudian, pelaku bersama rekannya bernama Arman (telah ditangkap) datang di apotek dan kedua belah pihak sempat berdiskusi lama untuk menyelesaikan masalah ini. Di tengah-tengah diskusi, tiba-tiba datang rekan pelaku menggunakan sepeda motor bernama Fandi (DPO) dan langsung melayangkan busur di tempat itu.
Tak sampai di situ, Farhan bersama Arman yang telah membawa sebilah parang masuk di dalam apotek untuk mencari paman korban yang telah menghalaunya saat memecahkan botol depan rental PS. Beruntung, Anton telah menyelamatkan diri.
“Dia masuk dalam apotek sambil bawa-bawa parang sampai di dapur kemudian dia kasih pecah meja,” tambah Nita.
Selanjutnya, para pelaku meninggalkan tempat kejadian tersebut. Tak lama berselang, anggota Polsek Mandonga yang mendapat informasi itu, langsung datang untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Sekelompok Pemuda Serang Apotek di Puuwatu Pakai Busur dan Sajam
