Pemanasan Global Berpotensi Sebabkan Gagal Panen, Ruksamin Paparkan Strategi Konut Selamatkan Sultra
Konawe Utara – Cuaca panas akibat efek pemanasan global berpotensi terjadi di berbagai belahan dunia beberapa waktu ke depan. Kondisi terburuk yang akan muncul adalah terjadinya gagal panen besar-besaran, kelangkaan pangan, dan kekurangan air bersih.
Pemanasan global atau dikenal dengan sebutan pendidihan global ini disampaikan secara resmi oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres pada Juli 2023 lalu. Tidak menentu kemungkinan kondisi ini akan terjadi di Indonesia khususnya di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).
Untuk mengantisipasi itu, Bupati Konawe Utara (Konut), Ruksamin ternyata telah menyiapkan strateginya. Di hadapan ratusan calon wisudawan yang menempuh pendidikan di Teknik Industri, Teknik Kimia, Teknik Pertambangan, Fakultas Teknologi Industri (FTI), Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, Ruksamin pun memaparkan strategi dan terobosan yang telah dilakukan untuk mencegah efek terburuk dampak pemanasan global itu.
Ruksamin menegaskan, salah satu cara yang disiapkan Pemkab Konut untuk mengantisipasi hal itu adalah melalui Program Pengembangan Kebun Pekarangan (P2KP) yang didesain di era digital dengan menggunakan Aplikasi Pak Tani Konasara yang berbasis data dalam pengambilan keputusan.
Dengan adanya sistem pengumpulan dan analisis data, lanjut Ketua IKA UMI Sultra ini, para petani dapat mengoptimalkan penggunaan sumber daya, memperbaiki kualitas tanaman dan meningkatkan produktivitas. Strategi ini pun disebut-sebut dapat membantu pemerintah dalam mencegah terjadinya inflasi ke depan.
“Insyaallah dengan berbagai ikhtiar dan upaya serta inovasi, Pemkab Konut akan bahu-membahu dengan masyarakatnya, serta siap menjadi solusi jika situasi darurat bencana terjadi,” ujarnya saat menghadiri acara ramah tama di Hotel Myko dan Convention Centre Makassar, Minggu (19/08/2023).
Saat membawakan materi di hadapan ratusan mahasiswa itu, Bupati Konut dua periode ini mengaku, jika efek pemanasan global ini benar-benar terjadi maka Pemkab Konut melalui aplikasi yang telah di-launching beberapa waktu lalu itu tidak hanya menyelamatkan Konut saja, melainkan juga masyarakat Sultra secara umum.
“Saya ingin sampaikan bahwa saya tidak hanya akan menyelamatkan Konawe Utara namun Provinsi Sulawesi Tenggara pun sudah siap saya bantu mereka jika itu benar-benar terjadi,” tegasnya.
Kendati demikian, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PBB Sultra itu mengajak seluruh masyarakat agar tetap berikhtiar sehingga kondisi tersebut tidak terjadi dan Indonesia khususnya Sultra tidak merasakan efek pemanasan global nantinya.
“Kita berharap dan berdoa semoga situasi darurat ini tidak akan terjadi, namun kita juga harus selalu siap menghadapi berbagai kemungkinan yang mungkin saja terjadi, karena lebih baik kita siap dan tidak terjadi, daripada kita tidak siap tapi kejadian,” pungkasnya.
