Pembaruan Desil Membeludak, Dinsos Wakatobi Layani Puluhan Warga per Hari

Wakatobi – Masyarakat Kabupaten Wakatobi gencar melakukan pembaruan desil di Kantor Dinas Sosial (Dinsos) Wakatobi, Kelurahan Mandati III, Kecamatan Wangiwangi Selatan, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra). Kepala Dinsos Wakatobi, La Yijo, menyebutkan jumlah masyarakat yang mengajukan pembaruan tidak kurang dari 30 orang per hari hingga Februari 2026.
Warga yang mengajukan pembaruan kebanyakan baru menyadari berada di desil yang tidak sesuai dengan kondisi perekonomiannya. Perubahan tersebut berpengaruh pada kelayakannya dalam menerima bantuan sosial (bansos) dari pemerintah.
“Masyarakat yang datang ke kantor ini dalam satu hari tidak berkurang dari 30 orang dengan keluhan sudah di desil atas. Setelah dia masuk ke kami, dilakukan pembaruan di menu Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN),” ujar La Yijo saat ditemui Kendariinfo di ruangannya, Selasa (10/2/2026).

La Yijo menyampaikan, pembaruan itu akan dilakukan verifikasi ulang melalui wawancara dan asesmen langsung agar data tersebut bersifat valid. Setelah diverifikasi, data diserahkan ke Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kesejahteraan Sosial (Kesos).
“Tetapi pembaruan itu kita verifikasi ulang. Ada 39 item yang harus diwawancarai ke masyarakat. Kemudian kita buktikan secara langsung. Setelah itu, kita lempar ke Pusdatin. Tiga bulan kemudian baru bisa kita lihat apakah ada perubahan desil atau tidak, karena tiap bulan desil ini berubah,” ungkapnya.
Dinsos Wakatobi berkomitmen agar penggolongan desil kepada masyarakat tepat sasaran sehingga keluhan terkait data desil yang tidak akurat makin berkurang.
“Kita sisir masyarakat, karena harapan kita ini supaya betul-betul data ini bagus. Jadi, keluhan terkait data ini tidak lagi banyak di masyarakat. Kami komitmen supaya bisa teratasi, tepat sasaran,” pungkasnya.
La Yijo mengakui bagian paling berat adalah persoalan data. Apabila masih ada laporan warga terkait data yang tidak tepat setelah pembaruan dilakukan, ia menyampaikan pihaknya telah melakukan upaya semaksimal mungkin.
“Yang paling berat di kita ini mengenai data. Jadi, kalau ada titik lemah, datanya kenapa tidak akurat, saya sampaikan hanya sampai begitu dulu kita punya kemampuan. Kalau mau lihat kerja kami, datanglah ke Dinsos. Untuk wilayah Pulau Wangiwangi masih bisa kita turun. Tetapi, kalau sudah Kaledupa, Tomia, Binongko, tidak mungkin kita ke sana,” jelasnya.
Pembaruan desil juga bisa dilakukan secara mandiri melalui Aplikasi Cek Bansos. Beberapa hal yang perlu disiapkan, di antaranya kartu keluarga (KK), kartu tanda penduduk (KTP), foto bagian luar dan dalam rumah, serta nomor meteran listrik.





