Pembongkaran Makam dan Proses Autopsi Kasus Tabrak Lari di Konawe Digelar Pekan Depan

Konawe – Pembongkaran makam Juliansyah (18), korban kasus tabrak lari di Kecamatan Pondidaha, Kabupaten Konawe bakal digelar pekan depan. Setelah makam dibongkar, selanjutnya Juliansyah akan dilakukan autopsi.
Hal ini diungkapkan langsung oleh Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Himpunan Advokat Muda Indonesia (HAMI) Sultra, Andre Darmawan, Jumat (28/7/2023).
Ia menyebut, LBH HAMI telah mendapat panggilan dari penyidik Polres Konawe terkait koordinasi pelaksanaan autopsi.
“Autopsi ini rangkaian dari penyelidikan, guna mengungkap penyebab kasus kematian Juliansyah,” ungkapnya kepada Kendariiinfo.
Lanjut Andre, penyidik Polres Konawe akan segera menyurat ke dokter forensik, termasuk kesiapan adiministrasinya.
“Direncanakan sekitar pekan depan,” bebernya.
Lebih lanjut, kata Andre, LBH HAMI sebelumnya sudah menyurat untuk dilakukan autopsi dan hasilnya penyidik Polres Konawe menyetujui.
“Mereka (penyidik) sedang mengomunikasikan kepada dokter forensik dan mempersiapkan pelaksanaan teknis,” ujarnya.
Andre menambahkan, setelah pembongkaran makam, proses autopsi kemungkinan dua opsi. Pertama prosesnya akan dilakukan di rumah sakit terdekat. Kedua, proses tersebut akan dilakukan di lokasi pemakaman Juliansyah.
“Kami lagi final-kan kemungkinan di kuburannya diautopsi, atau di rumah sakit,” jelasnya.
Ia berharap, dengan hasil autopsi tersebut dapat mengungkap kejanggalan kematian Juliansyah.
“Walau sudah setahun dikuburkan, kan masih ada tulang belulang. Di situlah akan kami melihat seperti apa luka sesungguhnya almarhum Juliansyah,” harap Andre.
Saat dikonfirmasi Kendariinfo, penyidik Polres Konawe, Bripka Alamsyah membenarkan informasi tersebut.
“Segera, setelah ada kepastian waktu akan kami sampaikan ke pihak keluarga dan pendamping hukum secara tertulis. Tapi pada prinsipnya, jika tidak ada perubahan akan dilaksanakan di awal bulan depan,” imbuhnya.





