Pemerintah Revitalisasi Bahasa Ibu di Kolaka

Kolaka – Revitalisasi penerapan bahasa ibu (bahasa yang berhubungan dengan suku atau etnis dari mana individu itu berasal) oleh putra dan putri di Kabupaten Kolaka diharapkan dapat menjadi generasi pewaris unggul dalam persaingan di semua tataran.
Hal ini dikatakan oleh Ketua Panitia Festival Revitalisasi Bahasa Berbasis Komunitas dari Pusat Pengembangan dan Perlindungan Bahasa Kemendikbud Ristek, Dani Setiawan, yang dilaksanakan di Aula Sasana Praja Pemerintah Daerah (Pemda) Kolaka, Kamis (9/9/2021).
Sebelum acara ini dilaksanakan, Dani Setiawan menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan proses pembimbingan tunas harapan baru bahasa ibu kepada 60 orang putra dan putri Kolaka yang berlangsung selama empat bulan, hingga tahap pementasan hasil disebut dengan Festival Revitalisasi Bahasa Berbasis Komunitas.
“Tujuan revitalisasi ini untuk membangun generasi pewaris negeri yang siap bersaing di tataran global untuk mengangkat bangsa di lingkup dunia dengan komitmen yang dibangun, yaitu mengutamakan bahasa Indonesia, melestarikan bahasa daerah, dan menguasai bahasa asing,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Kolaka, H. Muh. Jayadin, menyampaikan, apresiasinya kepada semua pihak dan berharap dapat terus menjaga keberlangsungan dan melestarikan adat istiadat suatu daerah, terkhususnya bahasa Tolaki yang berada di Bumi Mekongga.
“Saya juga berharap agar kegiatan ini dapat menggugah kita dengan berbahasa daerah ke depannya sehingga kita tidak kehilangan identitas sebagai suku Tolaki,” harapnya.
Proses pembelajaran dalam rangka revitalisasi merupakan pembelajaran berbahasa daerah dengan cara seni dan teatrikal, yang bertujuan untuk membiasakan komunikasi dengan penggunaan bahasa daerah.
“Mari kita jadikan acara ini sebagai momentum berbahasa daerah dan membiasakan berkomunikasi dengan bahasa daerah. Selamat melaksanakan festival dengan tetap mengikuti protokol kesehatan yang telah ditetapkan,” tuturnya.





