Pemkab Buton Gandeng Rare Indonesia Perkuat SDM Nelayan Pesisir
Buton – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buton menjalin kolaborasi bersama Rare Indonesia dalam peningkatan sumber daya manusia (SDM) melalui program Pengelolaan Akses Area Perikanan (PAAP) bagi 4.791 nelayan, yang tersebar di tujuh kecamatan dan 62 desa pesisir Kabupaten Buton.
Kolaborasi itu diperkuat dengan audiensi antara Senior Manager Policy and Partnership Rare Indonesia, Wa Ode Anna Dianna Sastri Chaidir, dan Sekretaris Daerah (Sekda) Buton La Ode Syamsudin di Ruang Kerja Sekda Buton, Senin (2/2/2026).
Senior Manager Policy and Partnership Rare Indonesia, Wa Ode Anna Dianna Sastri Chaidir, menyampaikan pendampingan dan peningkatan kapasitas pembeli ikan yang didata Rare Indonesia secara daring dapat digunakan kelompok nelayan dalam pengambilan keputusan pengelolaan perikanan di kawasan tersebut.
“Untuk mendukung bisnis perikanan skala kecil, Rare telah melakukan pendampingan dan peningkatan kapasitas pembeli ikan tingkat pertama dalam melakukan pencatatan transaksi secara daring,” ujar Anna.
Berdasarkan data OurFish, volume hasil tangkapan ikan di Kabupaten Buton mengalami peningkatan sejak 2020 hingga 2025. Data tersebut terus dikaji oleh Kelompok Pengelolaan Akses Area Perikanan (PAAP) bersama Rare Indonesia.
Program PPAP menjadi sarana edukasi dan penguatan pengelolaan kawasan pesisir serta pemanfaatan sumber daya alam bagi nelayan di Kabupaten Buton. Program ini dinilai dapat mendorong konservasi wilayah laut dan perikanan melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat, kebijakan tata kelola, dan pendanaan berkelanjutan.
Anna menegaskan, Rare Indonesia juga menyiapkan tenaga konsultan kemitraan desa dan staf lapangan untuk melakukan pendampingan serta pengawalan pelaksanaan program Action for Resilient and Sustainable Seas (ARUS) di desa-desa pesisir di kawasan PAAP.
Menyambut kolaborasi berkelanjutan itu, Sekda Buton La Ode Syamsudin menegungkapkan pemahaman, pengalaman, serta referensi dari Rare Indonesia yang diterima masyarakat pesisir karena mampu meningkatkan kualitas pelaku usaha perikanan di Kabupaten Buton.
“Pemkab Buton memiliki komitmen yang sama dengan Rare Indonesia. Dengan potensi dan sumber daya yang ada, serta pemahaman, pengalaman, dan referensi dari Rare, tentu menaikkan kualitas pelaku perikanan Kabupaten Buton,” tegas Syamsudin.
Ia berharap upaya kolaborasi tersebut mampu mewujudkan peningkatan taraf hidup dan kesejahteraan nelayan Kabupaten Buton.
