Pemkab Konut dan Bank Sultra Teken Perjanjian Kredit untuk 39 Proyek Strategis
Kendari – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe Utara (Konut) menjalin kerja sama pembiayaan dengan PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Tenggara atau Bank Sultra, untuk mendanai sekitar 39 paket pekerjaan strategis. Kerja sama itu ditandai melalui penandatanganan Perjanjian Kredit (PK) pinjaman daerah di Tower Bank Sultra, Kota Kendari, Jumat (27/3/2026).
PK tersebut ditandatangani langsung oleh Bupati Konut, Ikbar, dan Direktur Utama (Dirut) Bank Sultra Andri Permana Diputra Abubakar. Prosesi ini disaksikan notaris sebagai bagian dari pemenuhan aspek legalitas dan transparansi pengelolaan keuangan daerah.
Ikbar menjelaskan, kerja sama pembiayaan ini menjadi langkah pemerintah daerah untuk mendukung program prioritas pembangunan. Dana pinjaman difokuskan pada proyek yang berdampak langsung terhadap peningkatan layanan publik dan aktivitas ekonomi masyarakat.
“Pinjaman daerah ini akan dialokasikan untuk mendanai sekitar 39 paket pekerjaan strategis, mulai dari peningkatan akses jalan, trotoar, drainase, hingga pembangunan gedung kantor dan sarana umum lainnya. Kami ingin memastikan bahwa setiap pembangunan yang dilakukan memiliki dampak langsung terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD),” jelas Ikbar.
Ia juga meminta seluruh organisasi perangkat daerah menyusun perencanaan secara matang sebelum pelaksanaan proyek. Selain aspek teknis, pembangunan juga diminta memperhatikan sisi estetika agar hasilnya tidak hanya berfungsi dengan baik, tetapi juga memperindah kawasan.
Dirut Bank Sultra, Andri Permana Diputra Abubakar, menyampaikan dukungan terhadap kerja sama tersebut. Menurutnya, pembiayaan yang diberikan dirancang untuk mendorong percepatan pembangunan infrastruktur di Konut.
“Momentum ini merupakan bentuk sinergi antara Pemkab Konut dan Bank Sultra. Dukungan pembiayaan produktif ini telah disusun secara terukur dan disesuaikan dengan kerangka anggaran hingga tahun 2028,” kata Andri.
Ia menambahkan, pencairan dana dilakukan secara bertahap sesuai progres pekerjaan di lapangan dengan tetap menerapkan prinsip kehati-hatian serta tata kelola perusahaan yang baik.
