Pemkab Wakatobi Lepas Mahasiswa KKN Unhas, 4 Posko Pamerkan Inovasi di Expo
Wakatobi – Setelah menjalankan program pemberdayaan sejumlah masyarakat desa di Kabupaten Wakatobi selama 51 hari, kelompok mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Hasanuddin (Unhas) Wakatobi Maritim Gelombang 115 resmi dilepas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wakatobi.
Pelepasan dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Wakatobi, Safia Wualo, bertempat di Kantor Bupati, Kelurahan Pongo, Kecamatan Wangiwangi, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra), Selasa (10/2/2026). Kegiatan itu dihadiri sejumlah penyelenggara Pemkab Wakatobi, Ikatan Alumni (IKA) Unhas, serta pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) setempat.
Kegiatan tersebut dimeriahkan dengan Expo KKN yang menampilkan hasil program dari empat posko, yakni Liya Togo, Wapiapia, Mola Nelayan Bhakti, dan Waginopo.
Posko Liya Togo membuka pameran berbagai kerajinan tangan, sarung tenun dilengkapi katalog produk, peta lapisan Benteng Liya yang tersusun sistematis dari kegiatan ekspedisi mahasiswa, serta buku pelatihan dan modul hasil pelaksanaan program kerja.
Selain itu, Posko Wapiapia mempersembahkan program budidaya ulat maggot sebagai solusi pengolahan sampah organik. Adapun Posko Mola Nelayan Bhakti menyajikan produk nugget ikan tuna hasil pelatihan mahasiswa kepada masyarakat Suku Bajo. Sementara itu, Posko Waginopo menampilkan inovasi tempat sampah untuk menanggulangi penumpukan sampah di desa.
Safia Wualo menyebutkan bahwa pelepasan KKN kali ini menjadi yang paling meriah sepanjang pelaksanaan KKN di Kabupaten Wakatobi.
“Pelepasan KKN kali ini adalah yang paling meriah yang pernah dilakukan di Kabupaten Wakatobi. Ini menjadi kali pertama digelarnya Expo KKN, sehingga kami dapat melihat langsung hasil program kerja mahasiswa, tidak hanya melalui presentasi,” ujarnya.
Koordinator KKN Tematik Unhas Wakatobi, Muhammad Vispari, juga berterima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan KKN ini. Ia mengungkapkan, keberhasilan pelaksanaan KKN pertama Unhas di Kabupaten Wakatobi tidak lepas dari bantuan dan partisipasi pemerintah, kolaborator, serta pihak swasta.
