Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Pemerintah

Pemkot Kendari akan Beli Ekskavator Amfibi untuk Percepat Pengerukan Sungai

0
0
Wakil Wali Kota Kendari, Sudirman saat diwawancarai awak media. Foto: Hasmin Ladiga/Kendariinfo. (2/6/2025)

Kendari – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari berencana membeli ekskavator amfibi untuk mempercepat pengerukan sedimen di sejumlah aliran sungai dan drainase kota. Rencana itu disampaikan Wakil Wali Kota Kendari, Sudirman saat ditemui Kendairinfo, Senin (17/11/2025) lalu.

Ia mengatakan anggaran untuk pembelian alat tersebut telah dialokasikan oleh Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran dan mulai direalisasikan pada tahun depan.

“Insyaallah dimulai tahun depan. Ibu Wali Kota sudah mengalokasikan anggaran untuk membeli alat itu, namanya ekskavator amfibi,” ujar Sudirman.

Ekskavator amfibi tersebut disebut mampu bekerja di dua kondisi, baik di darat maupun di dalam air. Alat ini dapat turun langsung ke badan sungai, mengapung, dan mengeruk sedimen yang selama ini menjadi penyebab pendangkalan.

“Bukan hanya mengeruk dari atas, tetapi dia bisa turun ke bawah sungai, ke dalam air, dia terapung,” jelasnya.

Dengan kemampuan itu, Pemkot Kendari menargetkan pengerukan dapat dilakukan di berbagai titik yang selama ini sulit dijangkau. Beberapa lokasi yang menjadi prioritas antara lain Kali Kadia dan Kali Wanggu, serta titik-titik lain yang mengalami pendangkalan. Banyak tempat yang bisa dimasuki,” katanya.

Selain mengandalkan alat berat baru, Sudirman mengimbau masyarakat agar tidak membuang sampah ke sungai maupun drainase. Ia menegaskan sampah yang dibuang sembarangan ikut memperparah sedimentasi.

“Kadang yang buang sampah tidak merasakan dampaknya, tetapi warga di bawah aliran yang menanggung akibatnya,” lanjutnya.

Menurutnya, tumpukan sampah yang bercampur sedimen lama-kelamaan mengeras sehingga mempersempit kedalaman aliran air. Kondisi itu membuat kawasan tertentu lebih cepat tergenang saat hujan.

“Kalau kedalaman sungai harusnya 2 meter, karena sedimen hanya tinggal 1 meter,” bebernya.

Ia menegaskan, pengerukan akan terus dilakukan agar kedalaman sungai dan saluran air dapat kembali normal, sambil menunggu pengadaan ekskavator amfibi pada tahun depan.

Bagikan berita ini:
Tetap terhubung dengan kami: