Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Kendari

Pemkot Kendari Bersiap Hadapi Potensi Cuaca Ekstrem yang Diprediksi Mulai November 2025

0
0
Ilustrasi cuaca buruk di Jembatan Teluk Kendari. Foto: Aldi/Kendariinfo. (15/1/2021).

Kendari – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari mulai menyiapkan langkah antisipasi menghadapi potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan terjadi pada November 2025. Kesiapan ini dibahas dalam rapat koordinasi yang dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kendari, Amir Hasan, di Ruang Samaturu Balai Kota Kendari, Senin (3/11/2025).

Dalam rapat tersebut, Amir Hasan menegaskan pentingnya kesiapsiagaan seluruh perangkat daerah menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, dan gelombang tinggi. Ia mengingatkan bahwa letak geografis Kota Kendari yang dikelilingi pegunungan dan berdekatan dengan laut menjadikan wilayah ini cukup rentan terhadap dampak cuaca ekstrem.

“Kita harus siap siaga, apalagi intensitas hujan dan kondisi cuaca saat ini sulit diprediksi,” ujar Amir dikutip dari laman Kendarikota.go.id.

Amir menjelaskan, Wali Kota Kendari Siska Karina Imran saat ini tengah menghadiri agenda tingkat internasional di Jakarta dan Singapura. Karena itu, ia mewakili pimpinan untuk memimpin koordinasi kesiapsiagaan daerah. Ia meminta para camat dan lurah agar segera mengaktifkan tim lapangan untuk memantau kondisi wilayah masing-masing dan tidak hanya bekerja di kantor.

“Mulai besok, semua harus turun ke lapangan memastikan wilayah masing-masing terkendali,” tegasnya.

Amir juga menekankan pentingnya sinergi antarinstansi dalam penanganan darurat bencana. Ia meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat), serta organisasi perangkat daerah (OPD) lainnya untuk tetap siaga penuh selama 24 jam. Puncak musim hujan, kata Amir, diperkirakan berlangsung sejak November 2025 hingga April 2026.

“Ketika ada laporan darurat, jangan tunda. Kita harus hadir di lokasi secepatnya,” katanya.

Sementara itu, Kepala BMKG Kota Kendari, Sugeng Widarko, memaparkan kondisi atmosfer saat ini dipengaruhi oleh fenomena El Nino-Southern Oscillation (ENSO) yang menunjukkan pergeseran menuju fase La Nina lemah. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan curah hujan di wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra), termasuk Kota Kendari.

“Curah hujan diperkirakan lebih tinggi dari normal, sehingga potensi banjir dan longsor perlu diwaspadai,” jelas Sugeng.

Ia menambahkan, analisis anomali suhu permukaan laut di perairan Laut Banda dan Buton menunjukkan peningkatan kelembapan udara yang mendukung pembentukan awan hujan. Meski begitu, BMKG memprediksi fenomena ENSO akan kembali netral pada awal 2026, yang diharapkan dapat menstabilkan pola cuaca di wilayah Kota Kendari.

“Walau netral, potensi hujan ekstrem tetap ada terutama di masa peralihan musim,” tandasnya.

Bagikan berita ini:
Tetap terhubung dengan kami: