Pemkot Kendari Sulap Kawasan Kumuh Petoaha – Bungkutoko Jadi Desa Wisata
Kendari – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari berhasil menyulap kawasan kumuh yang berada di Kelurahan Petoaha, dan juga Bungkutoko, Kecamatan Abeli, Kota Kendari, menjadi salah satu desa wisata yang kini dapat dinikmati keindahannya.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Kendari, Abdul Rifai mengatakan, saat ini Pemkot Kendari telah menyulap dua kampung tersebut menjadi cantik dan asri.
“Untuk Petoaha kini memiliki taman. Dilengkapi jogging track dan sejumlah sarana olahraga seperti, bulu tangkis, serta tersedia taman bunga, yang dulunya terbilang kumuh karena berdekatan dengan tempat aktivitas nelayan yang berada di pesisir,” katanya.
Sedangkan Bungkutoko dijadikan objek wisata yang juga indah, memiliki potensi mangrove, dan air laut yang biru, sehingga menjadi nilai tambah untuk dikelola menjadi desa wisata.
“Kita berencana memberdayakan masyarakat di sana, untuk kemudian nantinya kita dirikan homestay, tempat kuliner, sehingga mengundang wisatawan hadir, dan meningkatkan pendapatan warga di sana,” terangnya.
Selain itu, dia mengungkapkan, saat ini masyarakat daerah Bungkutoko telah mendapatkan pembinaan Dinas Perikanan untuk pembuatan keramba perikanan.
“Ya, saat ini sementara dibina masyarakat Bungkutoko, untuk budidaya ikan keramba, karena mayoritas masyarakat di sana juga nelayan, maka Dinas Perikanan membina masyarakat Bungkutoko,” ungkapnya.
Dia juga berharap, agar potensi wisata yang ada di Petoaha dan Bungkutoko dapat dimanfaatkan sehingga meningkatkan taraf hidup masyarakat setempat.
“Tentu yang kita harapkan seperti itu, potensi wisata apa pun itu, kita ingin hasilnya dapat meningkatkan ekonomi masyarakat,” pungkasnya.
