Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Kendari

Pemotor Ditemukan Tewas Terendam di Embung Usai Kecelakaan Tunggal di Kolaka

Pemotor Ditemukan Tewas Terendam di Embung Usai Kecelakaan Tunggal di Kolaka
Warga saat mengevakuasi korban kecelakaan tunggal berinisial BR di Jalan Poros Polinggona-Watubangga, Kabupaten Kolaka. Foto: Istimewa. (29/7/2025).

KolakaKecelakaan tunggal terjadi di Jalan Poros Polinggona – Watubangga, Lingkungan II, Kelurahan Polinggona, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra), Selasa (29/7/2025) sekitar pukul 06.00 Wita. Seorang pengendara motor ditemukan meninggal dunia dalam kondisi mengenaskan, terendam di dalam sebuah embung tak jauh dari lokasi kecelakaan.

Korban diketahui berinisial BR (33), warga Desa Lamondape, Kecamatan Polinggona, yang sehari-hari bekerja sebagai wiraswasta. Saat kejadian, korban tengah mengendarai sepeda motor Yamaha Vega ZR warna hitam, namun tanpa pelat nomor.

Kasi Humas Polres Kolaka, Iptu Dwi Arif membenarkan insiden tragis tersebut. Ia menjelaskan, kecelakaan itu pertama kali diketahui oleh warga yang melintas dan melihat motor korban tergeletak tanpa pemilik di pinggir jalan.

“Sekitar pukul 06.00 Wita saksi menemukan motor korban tanpa ada pengendara. Setelah ditelusuri, korban ditemukan sudah meninggal dunia di dalam embung, masih mengenakan helm dan dalam posisi terapung terlentang,” ujar Iptu Dwi, Rabu (30/7).

Mengetahui hal tersebut, saksi langsung melaporkan ke pemerintah setempat dan kemudian menghubungi Polsek Watubangga. Bersama warga, polisi lalu mengevakuasi jenazah korban dan membawanya ke Puskesmas Polinggona untuk pemeriksaan medis lebih lanjut.

Dari hasil pemeriksaan awal, korban mengalami sejumlah luka berat. Di antaranya patah pada pangkal lengan kiri, patah tulang pinggang belakang, tulang ekor, dan tulang iga, serta mengalami pendarahan di bagian hidung dan mulut.

Baca Juga:  Kekasih TNI yang Tewas di Kendari Berprofesi Sebagai Perawat, Diduga Bunuh Diri

Iptu Dwi menjelaskan, kecelakaan diduga kuat akibat korban kehilangan kendali saat melintas di jalan yang menikung. Apalagi kondisi jalan di lokasi kejadian memang beraspal namun cukup rawan, terutama saat pagi hari saat jalanan masih licin.

“Korban diketahui sedang dalam perjalanan menuju tempat kerjanya di Desa Okooko. Kami menduga korban hilang kendali saat melalui tikungan, lalu terperosok hingga masuk ke dalam embung,” tambahnya.

Pihak kepolisian mengimbau kepada seluruh pengendara, khususnya warga yang rutin melintasi jalur tersebut, agar lebih berhati-hati. Terutama di jam-jam rawan dan saat kondisi jalan belum sepenuhnya terang atau licin akibat embun pagi.

Editor Kata
Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten