Pemprov Sultra Bakal Pasang Label Peringatan Darurat di Rumah Warga Rawan Bencana

Kendari – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) menyiapkan langkah baru untuk memperkuat mitigasi bencana. Rumah-rumah yang berada di kawasan dengan tingkat kerawanan tinggi bakal dipasangi label khusus berisi peringatan dan nomor darurat yang bisa diakses warga saat menghadapi situasi mendesak.
Kebijakan tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi penanganan kerawanan menjelang dan setelah Natal serta Tahun Baru 2025. Pertemuan yang berlangsung di Ruang Pola Kantor Gubernur Sultra itu dihadiri para bupati dan wali kota, unsur forkopimda, serta jajaran OPD se-Sultra, Senin (8/12/2025).
Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka menjelaskan bahwa pemasangan label tidak hanya menjadi penanda risiko, tetapi juga sarana mempercepat alur komunikasi ketika bencana terjadi. Dengan adanya nomor kontak cepat tanggap, warga bisa langsung melapor dan tim penanganan dapat bergerak lebih sigap.
Menurut ASR, penandaan tersebut juga terintegrasi dengan proses pemetaan wilayah rawan bencana yang sedang dilakukan Pemprov Sultra. Setiap rumah yang masuk kategori rentan, baik akibat potensi banjir, longsor, maupun bencana hidrometeorologi lainnya, akan diberikan label yang mudah terlihat.
“Di label itu akan tertera kategori rawan bencananya dan nomor WhatsApp yang dapat dihubungi jika warga membutuhkan pertolongan,” ungkapnya dalam Rakor tersebut.
Ia menambahkan, langkah ini dirancang agar proses pelaporan, penjemputan, dan evakuasi berlangsung lebih cepat dan terarah. Selain itu, pemerintah provinsi juga sedang menata titik-titik pengungsian serta menyiapkan prosedur evakuasi sebelum kondisi memburuk.
Jika Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan potensi hujan ekstrem, warga di daerah rawan akan segera dipindahkan ke lokasi yang dinilai lebih aman. Upaya ini, kata ASR, dilakukan untuk meminimalkan risiko jatuhnya korban.
Dalam kesempatan yang sama, Gubernur meminta BMKG meningkatkan intensitas penyampaian informasi cuaca kepada pemerintah daerah. Setiap informasi terbaru akan dibagikan melalui grup WhatsApp yang beranggotakan OPD dan pimpinan daerah di 17 kabupaten/kota, sehingga langkah antisipasi dapat disusun lebih cepat.
“Misalnya, jika pekan ini ada prediksi cuaca ekstrem, kita bisa lebih dulu mempersiapkan tindakan pencegahannya,” tutupnya.





