Pemprov Sultra Gandeng Surya Institute Beri Peluang Siswa Kuliah Gratis di Jerman
Kendari – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) terus berupaya meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dengan menggandeng Surya Institute (SI) dalam memberikan kesempatan kepada putra putri Sultra untuk melanjutkan pendidikan di luar negeri. Nantinya, siswa-siswi yang terjaring bakal berkesempatan kuliah gratis di Jerman.
“Provinsi Sultra terdiri dari daratan hingga kepulauan, baik mudah dijangkau hingga yang sulit terakses. Dari setiap sudut-sudut wilayah tersebut, tentu banyak anak-anak kita tingkat SMA maupun SMK memiliki cita-cita tinggi melanjutkan pendidikan ke luar negeri, ataupun juga ingin berkompetisi pada ajang bergengsi dalam bidang ilmu pengetahuan. Olehnya, Pemprov Sultra tak hentinya mencari akses untuk memfasilitasi keinginan dan impian tersebut di antaranya dengan menggandeng SI,” ucap Gubernur Sultra, Ali Mazi melalui keterangan tertulisnya, Jumat (15/10).
Ia menerangkan, pihaknya secara resmi telah melakukan penandatanganan MoU tentang peningkatan kualitas SDM antara Gubernur Sultra dengan Ketua Dewan Pembina SI, Prof. Yohanes Surya, yang selanjutnya akan ditindaklanjuti dengan perjanjian kerja sama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sultra.
“Melalui Dikbud Sultra, akan melihat anak-anak kita di daratan hingga kepulauan di Sultra yang memiliki motivasi belajar tinggi tanpa melihat latar belakang sosial ekonomi orang tuanya. Sehingga tahun 2022 kita telah memiliki utusan-utusan yang siap dikirim untuk mengikuti proses penempatan di SI,” terangnya.
Di tempat berbeda, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sultra, Asrun Lio mengatakan bahwa pihaknya siap melaksanakan kesepakatan tersebut, yang rencananya mulai mengirimkan 20 siswa pada 2022 mendatang.
“Surya Institute sendiri telah memiliki reputasi sangat baik dalam mencetak juara-juara olimpiade seperti di Papua. Olehnya itu, Gubernur Sultra mengharapkan bisa membuat project serupa untuk Sultra, di mana setiap tahunnya akan mengirim utusan,” katanya.
Selain mencetak juara olimpiade asal Sultra, kerja sama itu juga akan memberikan akses bagi siswa untuk mengikuti tes ke perguruan tinggi yang ada di Jerman, mengingat SI juga telah menjajaki dan berkerja sama dengan perguruan-perguruan tinggi yang ada di salah satu negara maju di dunia.
“Sekadar gambaran singkat, saat menempuh pendidikan S1 di Jerman nantinya, tidak ada pembayaran kuliah selain biaya hidup yang ditanggung sendiri,” jelasnya.
Untuk biaya hidup di sana, nantinya akan mendapatkan bantuan melalui kerja sama Kemenko Kemaritiman dan Investasi RI, mengingat Ketua Dewan Pembina SI merupakan Penasihat Khusus Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi.
“Yang insyaallah siap memfasilitasi dan membantu Pemprov Sultra,” lanjutnya.
Sementara itu, pencetus Proper PERAU GADIK di Bumi Anoa menambahkan, adapun siswa yang akan dijaring nantinya merupakan siswa kelas tiga, kemudian difasilitasi mengikuti ujian termasuk tes belajar ke luar negeri.
“Sesuai pesan dari Prof. Yohanes Surya, bahwa siswa yang dikirim tidak perlu yang pintar, tetapi memiliki motivasi dan semangat belajar tinggi. Nanti di SI lalu diberikan proses belajar mengajar lagi. Adapun masalah penguasaan bahasa asing, pasti setiap siswa telah mempelajari dasar-dasarnya, sehingga di SI akan dilatih lebih mahir. Tetapi terkait seleksi, Dikbud Sultra tetap akan meminta asistensi dari SI,” tutupnya.
