Pemprov Sultra Mulai Jajaki Rencana Penerbangan Internasional Cina-Kendari

Kendari – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) tengah menjajaki rencana pembukaan penerbangan internasional dari Guangzhou, Cina menuju Kota Kendari.
Wakil Gubernur Sultra, Hugua, mengatakan, upaya tersebut telah diawali dengan proses negosiasi dan penandatanganan kerja sama antara Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sultra bersama Cocos Tour Indonesia untuk mencarter penerbangan China Southern Airlines rute Guangzhou–Kendari.
“Penandatanganan sudah dilakukan. Proses selanjutnya adalah mencarter China Southern Airlines untuk terbang dari Guangzhou ke Kota Kendari,” ujar Hugua saat diwawancarai di Kendari, Rabu (5/11/2025).
Menurutnya, kesiapan teknis untuk penerbangan internasional di Bandara Haluoleo telah dikonfirmasi oleh sejumlah instansi terkait. Pemprov Sultra telah berkoordinasi dengan pihak bandara, Bea Cukai, dan Pertamina untuk memastikan standar pelayanan penerbangan internasional terpenuhi.
“Seluruhnya sudah oke. Pertamina sangat siap, Bea Cukai juga siap, dan standar bandara telah memenuhi syarat. Jadi tinggal momentum saja. Mudah-mudahan pada Mei 2026 sudah bisa jalan,” ungkapnya.
Hugua menilai, pembukaan penerbangan langsung tersebut berpotensi meningkatkan arus wisatawan mancanegara ke Sultra, khususnya dari Tiongkok. Ia menyebut sekitar 56 ribu pekerja dan wisatawan asal Cina yang selama ini masuk melalui Bandara Hasanuddin (Makassar) dan Bandara Sam Ratulangi (Manado) dapat langsung masuk lewat Bandara Haluoleo jika rute baru ini terwujud.
“Kalau ini terbuka, maka wisatawan dari Tiongkok akan membanjiri Sulawesi Tenggara. Kita punya potensi besar seperti Wakatobi, Keraton Buton, Liang Kabori di Muna, Rawa Aopa, Pulau Padamarang, Air Panas Wawolesea, Teluk Kendari, hingga mangrove terbesar di Buton Utara,” jelasnya.
Ia menambahkan, Pemprov Sultra juga tengah menyiapkan delapan klaster destinasi wisata unggulan yang akan dijadikan kalender event tahunan dan dipromosikan secara internasional secara berkelanjutan.
“Event-event ini nanti akan menjadi primadona pariwisata kita ke depan. Saya yakin pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tenggara akan meningkat pesat,” ujar Hugua.
Lebih lanjut, Hugua menyebut pembukaan rute internasional ini dapat menjadi langkah awal menuju konektivitas global yang lebih luas. Jika penerbangan Cina–Kendari terealisasi, rute ke negara lain pun akan lebih mudah dibuka.
“Kalau sudah ada penerbangan internasional, artinya standar bandara sudah memenuhi syarat. Ini langkah pertama dari banyak langkah berikutnya,” pungkasnya.





