Pemprov Sultra Rehabilitasi Eks MTQ Kendari Jelang STQH Nasional 2025

Kendari – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) mulai merehabilitasi kawasan pelataran Eks MTQ Kendari yang akan menjadi lokasi utama Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadis (STQH) Nasional pada Oktober 2025 mendatang. Oleh sebab itu, pelataran Eks MTQ ditutup sementara sejak 28 Juli hingga Oktober 2025.
Kepala Dinas Cipta Karya, Bina Konstruksi, dan Tata Ruang Sultra, Martin Efendi Patulak, menjelaskan bahwa proses awal yang dilakukan adalah pembersihan area serta rehabilitasi bangunan. Fokus utama pekerjaan ini adalah memperbaiki berbagai elemen yang rusak seperti atap, tegel, plafon, dinding, hingga pagar di sekitar kawasan.
“Kami tidak membangun baru, tetapi memperbaiki secara menyeluruh bagian-bagian yang mengalami kerusakan agar area ini layak dijadikan venue utama,” terang Efendi di Kendari, Rabu (30/7).
Pelaksanaan rehabilitasi ditargetkan rampung dalam dua bulan ke depan. Dalam pengerjaannya, Pemprov Sultra juga melibatkan personel TNI untuk membantu proses pengecatan hingga pembenahan fisik bangunan. Efendi menekankan bahwa seluruh perbaikan dilakukan dengan pendekatan permanen, bukan bersifat sementara.
Sejak awal pekan ini, seluruh pedagang yang sebelumnya beraktivitas di area Eks MTQ telah diminta keluar dari kawasan. Efendi mengapresiasi sikap kooperatif para pedagang yang tidak keberatan dengan kebijakan tersebut.
“Mereka sangat mendukung. Tidak ada yang menolak. Jika masih ada yang ingin berjualan, kami arahkan di luar area, tentu dengan tetap menjaga kebersihan,” ujarnya.
Pemprov Sultra menaruh perhatian khusus terhadap aspek kerapian dan kebersihan kawasan karena perhelatan STQH akan diikuti oleh peserta dari seluruh provinsi di Indonesia dan rencananya dibuka langsung oleh Presiden RI, Prabowo Subianto. Efendi menyebut, penataan area Eks MTQ tak hanya untuk mendukung kelancaran acara, tetapi juga menjadi simbol wajah Sultra di panggung nasional.
“Kami ingin kawasan ini benar-benar merepresentasikan kesiapan dan keseriusan Sultra sebagai tuan rumah. Venue utama harus bersih, tertata, dan representatif,” pungkasnya.





