Pemprov Sultra Siapkan Cetak Sawah Baru 24.700 Hektare pada 2026
Kendari – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) mulai mematangkan program cetak sawah baru seluas 24.700 hektare pada 2026 yang didanai melalui Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) guna memperkuat ketahanan pangan.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan (Distanak) Sultra, Muhammad Taufik, menjelaskan luas tersebut merupakan hasil penambahan dari alokasi awal 14.700 hektare. Tambahan 10 ribu hektare disampaikan Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman kepada Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka dalam Pertemuan Saudagar Bugis Makassar XXVI di Makassar pada 26 Maret 2026 lalu.
Program cetak sawah akan menyasar 16 kabupaten dan kota, yakni Kolaka, Kolaka Timur (Koltim), Kolaka Utara (Kolut), Bombana, Konawe, Konawe Selatan (Konsel), Konawe Utara (Konut), Konawe Kepulauan (Konkep), Muna, Muna Barat (Mubar), Buton, Buton Tengah (Buteng), Buton Utara (Butur), Buton Selatan (Busel), Kota Kendari, dan Kota Baubau.
Menurut Taufik, saat ini pelaksanaan masih berada pada tahap awal berupa survei, investigasi, dan desain (SID) yang menjadi dasar sebelum pekerjaan fisik dilakukan.
“Sekarang masih di fase pengumpulan data teknis melalui survei, investigasi, dan penyusunan desain sebagai dasar penentuan lokasi yang layak,” ujar Taufik, Selasa (21/4).
Ia menambahkan proses SID tersebut dikerjakan oleh tim dari Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, dan menjadi acuan utama dalam menetapkan lahan yang akan digarap.
Selain itu, Pemprov Sultra bersama pemerintah kabupaten dan kota tengah merampungkan data Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) untuk memastikan kesiapan lahan serta pihak yang akan terlibat dalam program tersebut.
“Penyusunan desain ditargetkan selesai pada 27 April 2026. Setelah itu, akan dilanjutkan ke tahap kontrak agar pekerjaan di lapangan bisa segera berjalan,” lanjutnya.
Untuk menunjang pelaksanaan program, Pemprov Sultra telah membentuk 33 Brigade Pangan yang masing-masing beranggotakan 15 orang, terdiri dari pemilik lahan dan tenaga teknis seperti mekanik. Setiap brigade akan mengelola sekitar 150 hektare lahan.
Pemprov Sultra juga menyiapkan berbagai sarana produksi bagi petani, di antaranya mesin tanam, traktor roda empat, mesin panen, pompa air, alat semprot, serta bantuan benih dan pupuk guna meningkatkan produktivitas pertanian.
