Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Education

Pemuda asal Pelosok Bombana Lulus S2 di UNY dengan IPK 3,99

Pemuda asal Pelosok Bombana Lulus S2 di UNY dengan IPK 3,99
Amran mahasiswa asal Bombana lulus dengan predikat cumlaude di UNY. Amran bersama Rektor UNY. Foto: Dok. Pribadi.

Bombana – Seorang pemuda asal Bombana, Sulawesi Tenggara (Sultra) bernama Amran (22) menorehkan prestasi membanggakan di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) setelah berhasil menyelesaikan studi S2-nya dengan predikat cumlaude dan IPK nyaris sempurna, 3,99.

Amran diketahui adalah pemuda yang berasal dari pelosok Kabupaten Bombana, tepatnya di Pulau Bangko, Desa Baliara Kepulauan, Kecamatan Kabaena Barat.

Dia menjalani prosesi wisuda Sabtu (28/8/2021) kemarin. Meski keadaan Pandemi Covid-19 mengharuskan wisuda digelar secara daring, tetapi Amran memiliki keistimewaan untuk mewakili wisudawan S2 di Auditorium UNY karena menjadi wisudawan terbaik.

Amran bersama Rektor UNY. Foto: Dok. Pribadi.
Amran bersama Rektor UNY. Foto: Dok pribadi.

Amran dinobatkan menjadi lulusan terbaik di Fakultas Ilmu Keolahragaan UNY setelah berhasil menyelesaikan studinya melalui ujian tesis pada 18 Juni lalu. Dia menghabiskan masa studi selama dua tahun.

Saat dihubungi oleh Jurnalis Kendariinfo, Minggu (29/8), Amran menceritakan perjalanan studinya yang mulai merantau ke Yogyakarta saat hendak melanjutkan studi S2-nya ke UNY setelah lulus S1 di UHO.

“Awalnya orang tua melarang saya ke Yogya, disebabkan jaraknya sangat jauh, dan juga tidak memiliki siapa-siapa,” kata Amran.

Tetapi, keinginan kuat Amran yang ingin mengejar cita-citanya, tak menggentarkan dia untuk menuntut ilmu di kampung orang.

“Saya tetap pada pendirian saya untuk melanjutkan studi S2 di Yogyakarta demi mencapai cita-cita saya,” ujarnya.

Anak dari pasangan Alimuudin dan Sumaryani ini bahkan rela tinggal di masjid saat pertama kali tiba di Yogyakarta.

Baca Juga:  Breaking News: 2 Terduga Pelaku Pembunuhan Terhadap Mahasiswa di Kendari Diringkus Polisi

“Saya bermodalkan nekat, mengandalkan masjid untuk sementara waktu demi kelangsungan proses belajar saya selama di Yogyakarta, disebabkan saya belum memiliki kos untuk tempat tinggal,” ceritanya.

Dia pun mengungkapkan keinginan besarnya untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang S3. Saat ini dia sedang berusaha mencari beasiswa karena keadaan keluarga yang belum mampu secara ekonomi membiayai studinya.

“Insyaallah jika beasiswa saya akan lanjut studi lagi. Saya sangat mengharapkan pemprov untuk mengadakan beasiswa S3,” harapnya.

Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten