Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Pemerintah

Penderita Stunting di Kendari Capai 157 Kasus, Terbanyak di Abeli

Penderita Stunting di Kendari Capai 157 Kasus, Terbanyak di Abeli
Suasana anak bermain pasir pantai di Pulau Senja. Foto: Yusrin Ramadhan/Kendariinfo. (23/5/2021).

Kendari – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) mencatat ada 157 kasus stunting atau anak gagal tumbuh kembang akibat kekurangan gizi kronis. Kasus stunting terbanyak di Kecamatan Abeli dengan 106 kasus.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Kendari, Rahminingrum, menyebut per September 2021, kasus stunting tersebar di beberapa daerah di Kota Kendari, di antaranya:

  1. Kecamatan Abeli 106 kasus, tersebar di 8 kelurahan.
  2. Kecamatan Kendari 21 kasus, tersebar di 5 kelurahan.
  3. Kecamatan Kendari Barat 6 kasus, tersebar di 3 kelurahan.
  4. Kecamatan Kadia 5 kasus, tersebar di 2 kelurahan.
  5. Kecamatan Baruga 6 kasus, tersebar di 1 kelurahan.
  6. Kecamatan Poasia 4 kasus, tersebar di 1 kelurahan.
  7. Kecamatan Wuawua 5 kasus, tersebar di 5 kelurahan.
  8. Kecamatan Puuwatu 2 kasus, tersebar di 2 kelurahan.
  9. Kecamatan Nambo 1 kasus, tersebar di 1 kelurahan.
  10. Kecamatan Mandonga 1 kasus, tersebar di 1 kelurahan.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kendari, Rahminingrum.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kendari, Rahminingrum. Foto: Yusrin Ramadhan/Kendariinfo. (26/10/2021).

Rahminingrum menerangkan, kasus tersebut dapat dicegah dengan cara memastikan kesehatan dan gizi yang cukup pada masa seribu hari pertama kehidupan anak.

“Pencegahannya mulai dari saat kehamilan, gizi ibu harus tercukupi agar pertumbuhan otak janin, pertumbuhan berat badan, dan tinggi badan anak dapat terjaga dengan baik,” terangnya.

Tak sampai di situ, pasca-kelahiran, bayi juga butuh gizi yang cukup, ditunjang dengan pemberian Air Susu Ibu (ASI) dan makanan pembantu ASI, serta imunisasi hingga membangun pola hidup sehat.

“Menangani angka stunting perlu komitmen dari semua pihak, tidak bisa hanya Dinkes sendiri yang bekerja. Karena kesadaran masyarakat untuk imunisasi diperlukan. Kita akan terus melakukan intervensi agar penanganan stunting ini dapat terus kita jaga,” imbuhnya.

Baca Juga:  Pemkot Kendari Luncurkan Program 'Kendari Preneur' Sebagai Wadah Para Pelaku UMKM

Sementara itu, Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir menyebut, angka stunting di Kendari telah mengalami penurunan sejak lima tahun terakhir.

“Angka stunting di Kota Kendari sudah sangat turun, berdasarkan data di tahun 2015 angka stunting mencapai 15,2 persen. Sementara pada 2021 Pemkot Kendari bisa menekan angka stunting hingga 5,6 persen,” pungkasnya.

Editor Video
Editor Kata
Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten