Pengamanan Pemudik Nakal, Polda Sultra Gelar Operasi Ketupat Kerahkan Ribuan Personel

Kendari – Jelang hari raya Idulfitri 1442 Hijriah, sebanyak 3.432 personel Polri, 1.286 personel TNI dan 2.146 Instansi lain akan diturunkan untuk pelaksanaan Operasi Ketupat Anoa 2021.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kabid Humas Polda Sultra, Kombes Pol Ferry Walintukan, saat dikonfirmasi melalui telepon, Rabu (5/5/2021).
“Operasi Ketupat Anoa dilaksanakan selama 12 hari, yakni dari tanggal 6 – 17 Mei 2021 dengan melibatkan ribuan personel gabungan Polri, TNI dan Instansi lain, yakni Dishub, Dinkes hingga Basarnas,” ujarnya.

Lanjutnya, setidaknya ada 70 pos pengamanan yang akan didirikan untuk mengamankan para pemudik nakal.
Untuk itu, Polda Sultra bersama Forkopimda telah melaksanakan Apel Gelar Pasukan pagi tadi.
Gubernur Sultra, Ali Mazi yang turut hadir menyampaikan bahwa Operasi Ketupat Anoa nantinya akan menitik beratkan pada kebijakan pemerintah atas larangan mudik, sesuai amanat Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Bukan tanpa alasan, menurut orang nomor satu di Sultra itu, dalam perayaan Idulfitri nanti akan terjadi peningkatan aktivitas masyarakat baik dalam bentuk kegiatan ibadah, ekonomi, hingga pariwisata yang berpotensi menimbulkan gangguan Kamtibmas, dan pelanggaran protokol kesehatan.
“Menjelang hari raya Idulfitri 1442 H, tren angka kasus Pandemi Covid-19 mengalami kenaikan. Operasi Ketupat 2021 harus dilaksanakan dengan sungguh-sungguh. Kasus Covid-19 harus kita waspadai,” pungkasnya.
Laporan: Fito
Editor: Aldi





