Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Crime

Pengemudi Mobil Dikeroyok Lantaran Antar Teman sampai Dermaga Pelabuhan Amolengo, Konsel

1
0
Pria berinisial LOS (38) melakukan visum et repertum setelah menjadi korban penganiayaan dan pengeroyokan di Pelabuhan Feri Amolengo - Labuan, Desa Langgapulu, Kecamatan Kolono Timur, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra). Foto: Istimewa. (20/9/2026).

Konawe Selatan – Pria berinisial LOS (38) menjadi korban penganiayaan dan pengeroyokan saat mengantar tiga temannya di Pelabuhan Feri Amolengo – Labuan, Desa Langgapulu, Kecamatan Kolono Timur, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), Minggu (20/9/2026) siang, sekitar pukul 14.00 Wita.

LOS diduga dianiaya buruh pelabuhan lantaran mengantar temannya beserta barang bawaan menggunakan mobil sampai ke dermaga.

LOS yang merupakan warga Kelurahan Kemaraya, Kecamatan Kendari Barat, Kota Kendari, awalnya hanya mengantar tiga temannya dengan beberapa barang bawaan. Di pelabuhan, mobil LOS dikawal dua tukang ojek yang akan membantu mengangkat barang dari mobil ke kapal.

“Pas mau masuk di feri itu ada yang teriak-teriak, karena saya bawa barang. Ini mau diantar sampai dermaga, karena banyak barangnya. Makanya saya kasih masuk mobil,” kata LOS, Senin (21/9).

Setelah menurunkan tiga temannya beserta barang bawaan dan hendak keluar, LOS diadang seorang pria yang memegang balok kayu sambil berteriak. Ketika turun dari mobilnya, LOS langsung dipukul menggunakan balok kayu. LOS menyebut pelaku pemukulan bernama Reno.

“Pas saya berhenti dan turun dari mobil, dia langsung hantam saya pakai balok, tetapi saya tangkis pakai tangan. Habis itu dia pukul lagi saya di bagian wajah. Pas saya mau membalas, dia sempat lari,” jelasnya.

Tak berselang lama, sekelompok orang berlari hendak menyerangnya. LOS yang panik kemudian masuk mobil dan tancap gas menuju pintu keluar. Sial bagi LOS, portal gerbang diduga sengaja ditutup lebih dulu oleh para pelaku. Dia sempat meminta tolong petugas agar membuka portal, tetapi tak digubris.

“Pihak pelabuhan seakan-akan membiarkan dan kerja sama. Saat saya mau lari, mereka tetap tutup portal,” ujar LOS.

LOS yang masih dalam mobil kemudian dipukul secara bergantian beberapa orang dari samping. Akibat pemukulan, LOS mengalami luka lebam pada bagian kepala, pipi, bibir, lengan, dan hidungnya mengeluarkan darah. Dia sudah melaporkan penganiayaan dan pengeroyokan itu ke Polsek Kolono pada hari yang sama setelah melakukan visum et repertum.

“Anak saya sampai trauma karena lihat wajah bapaknya luka-luka,” ungkap LOS.

Kapolsek Kolono, Ipda Nurdin Iskandar, mengatakan laporan LOS masih dalam penyelidikan dan pemanggilan saksi. Namun, dia tidak menjelaskan upaya mengatasi penganiayaan berulang yang kerap kali terjadi di kawasan Pelabuhan Feri Amolengo – Labuan.

“Masih dalam penyelidikan dan pemanggilan saksi-saksi,” kata Nurdin, Selasa (22/9).

Preman Pelabuhan Amolengo Pukul Penumpang Viral di Medsos

Bagikan berita ini:
Tetap terhubung dengan kami: