Pengepul Pertalite Merajalela di SPBU Punggaluku, Konsel, Warga Kerap Tak Kebagian

Konawe Selatan – Aktivitas pengepul pertalite di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Punggaluku di Desa Anduna, Kecamatan Laeya, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), dikeluhkan warga. Antrean kendaraan roda dua diduga milik pengepul kerap mendominasi pengisian BBM subsidi.
Hal tersebut dibenarkan warga berinisial AL. Ia mengungkapkan peristiwa itu sudah berlangsung cukup lama, tetapi tidak ada perbaikan dari pihak manajemen SPBU.
“Pengepul pertalite di sini sudah merajalela, tidak ada habis-habisnya antrie,” ujar AL saat dihubungi Kendariinfo, Sabtu (4/3/2026).
AL mengaku kondisi tersebut membuat warga biasa yang hanya ingin membeli BBM dalam jumlah kecil justru tidak kebagian. Ia menilai situasi itu sudah berlangsung lama tanpa penanganan yang jelas.
“Kami yang cuma mau isi Rp20 ribu sampai Rp30 ribu sering tidak kebagian,” katanya.
Menurut AL, ia juga sudah beberapa kali menegur pihak petugas SPBU terkait antrean yang didominasi pengepul. Namun, teguran tidak mendapat respons serius.
“Saya sering tegur pegawainya, tetapi diabaikan. Jawabannya malah tidak ada aturan di sini kalau mengisi,” ungkapnya.
Akibat kondisi itu, warga terpaksa mencari alternatif lain seperti membeli BBM jenis pertamax yang harganya lebih tinggi. Jika ingin tetap mendapatkan pertalite, warga harus rela mengantre dalam waktu lama.
Warga berharap ada pengawasan lebih ketat dari pihak terkait agar distribusi BBM subsidi bisa tepat sasaran dan tidak dikuasai pengepul. Petugas SPBU juga diminta lebih tegas dalam mengatur antrean agar masyarakat umum tetap bisa mendapatkan haknya.





