Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Education

Pentingnya Pemahaman Masyarakat Kendari Tentang Obat Rasional

Pentingnya Pemahaman Masyarakat Kendari Tentang Obat Rasional
Sosialisasi mahasiswa PSPA UHO terkait penggunaan obat rasional di Puskesmas Puuwatu. Foto: Istimewa.

Kendari – Mahasiswa Program Studi Pendidikan Apoteker (PSPA), Fakultas Farmasi (FF), Universitas Halu Oleo (UHO), melakukan sosialisasi pentingnya penggunaan obat rasional bagi masyarakat di Puskesmas Puuwatu, Kelurahan Puuwatu, Kecamatan Puuwatu, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). 

Sosialisasi penggunaan obat rasional merupakan salah satu upaya memberikan pelayanan kesehatan yang bermutu. Hal itu untuk menjamin keamanan, efektivitas, harga yang terjangkau dari suatu obat yang diberikan kepada masyarakat pada pelayanan kesehatan termasuk pengobatan sendiri (self medication).

Untuk memberikan pemahaman tentang penggunaan obat rasional, lima mahasiswa PSPA turun langsung di Puskesmas Puuwatu. Mereka adalah Wade Marlinda selaku ketua kelompok, Adlian Anggraina, Alif Lutfiana, Lisa Purnama Sari, dan Nobi Anggraina Sarlita sebagai anggota.

Sosialisasi mahasiswa PSPA UHO terkait penggunaan obat rasional di Puskesmas Puuwatu.
Sosialisasi mahasiswa PSPA UHO terkait penggunaan obat rasional di Puskesmas Puuwatu. Foto: Istimewa.

Wade Marlinda mengatakan, tujuan sosialisasi di Puskesmas Puuwatu untuk meningkatkan pemahaman mengenai kerasionalan penggunaan obat pada masyarakat. 

“Dengan adanya kegiatan ini, masyarakat dapat meningkatnya pemahaman mengenai pentingnya ketepatan dalam pemilihan obat serta pengetahuan tentang obat yang layak ataupun tidak untuk digunakan,” katanya, Jumat (13/11/2021).

Menurut Wade, hal tersebut sangat penting untuk dilakukan. Sebab, penggunaan obat yang tidak rasional dipengaruhi tentang kurangnya pengetahuan dari tenaga kesehatan dalam ilmu obat-obatan, adanya kebiasaan dokter meresepkan jenis atau merk obat tertentu, kepercayaan masyarakat terhadap jenis atau merk obat, dan keinginan pasien yang cenderung ingin menggunakan obat tertentu, dengan sugesti menjadi lebih cepat sembuh.

Baca Juga:  4 Prodi UHO Kendari Terakreditasi Internasional, 5 akan Divisitasi Februari 2025

Alasan lain penggunaan obat yang tidak rasional adalah adanya sponsor dari industri farmasi tertentu, pemberian obat berdasarkan hubungan baik perorangan dengan pihak dari industri farmasi, keharusan atasan dalam suatu instansi atau lembaga kesehatan untuk meresepkan obat, dan informasi yang tidak tepat atau bias sehingga pemakaian obat menjadi tidak tepat. 

Beban pekerjaan yang terlalu berat sehingga tenaga kesehatan menjadi tidak sempat untuk berpikir mengenai rasionalitas pemakaian obat, dan keterbatasan penyediaan jenis obat di suatu instansi atau lembaga kesehatan tertentu sehingga jenis obat yang diperlukan untuk suatu penyakit justru tidak tersedia, sehingga memakai obat yang lain menjadi penyebab penggunaan obat yang tidak rasional.

Sosialisasi yang dilakukan pada 27 Juli 2021 tersebut menggunakan metode penyebaran pamflet dan pemberian informasi secara lisan.

“Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah metode media cetak yaitu dengan penyebaran leaflet serta pemberian informasi secara lisan dengan memperhatikan standar protokol kesehatan. Setelah kegiatan ini, kami berharap adanya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya penggunaan obat yang baik dan benar,”pungkasnya.

Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten