Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Kendari

Penumpang Kapal Tiba-Tiba Pingsan saat Pelayaran Baubau – Kendari

0
0
Penumpang kapal Express Bahari 7F mengalami kondisi darurat dan pingsan saat pelayaran dari Kota Baubau menuju Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). Foto: La Ode Muhamad Aslam/Kendariinfo. (29/4/2025).

Kendari – Penumpang kapal Express Bahari 7F mengalami kondisi darurat dan pingsan saat pelayaran dari Kota Baubau menuju Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Senin (29/4/2025). Ketika tiba di Pelabuhan Nusantara Kendari, penumpang tersebut langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis, meskipun menurut penglihatan beberapa saksi korban sudah tidak bernapas.

Penumpang Express Bahari 7F, Baynuddin, mencoba memberikan pertolongan pertama kepada korban yang duduk tidak jauh darinya. Baynuddin cerita kalau korban sempat menunjukkan perilaku yang tidak biasa selama perjalanan. Korban terlihat mondar-mandir dalam kapal, menolak makan saat ditawari ibunya, dan beberapa kali pergi ke toilet.

“Setelah salat magrib, saya perhatikan wajahnya mulai berubah. Auranya berbeda, seperti orang sedang menahan sesuatu. Dia juga terlihat menarik napas panjang-panjang,” ujar Baynuddin kepada Kendariinfo.

Meski tampak tak enak badan, korban juga tidak mengeluhkan rasa sakit kepada siapa pun. Ibunya pun tidak mengatakan apa-apa terkait kondisi anaknya. Setibanya di Pelabuhan Nusantara Kendari, pihak kapal segera melakukan evakuasi penumpang yang mengalami kondisi darurat tersebut dan membawanya ke rumah sakit terdekat.

“Selama di kapal, ibunya juga tidak mengatakan bahwa anaknya sakit. Kami pun mengira tidak ada masalah serius,” imbuhnya.

Kapten Express Bahari 7F, Arif, mengungkapkan pihaknya tidak menerima informasi awal mengenai penumpang yang membutuhkan perawatan medis khusus. Biasanya, penumpang yang sakit akan membawa surat keterangan dari petugas kesehatan di pelabuhan atau didampingi tenaga medis. Namun, kali ini tidak ada informasi tersebut.

“Biasanya kalau ada penumpang yang sakit, mereka akan membawa surat keterangan dari petugas kesehatan pelabuhan atau didampingi tenaga medis. Namun, kali ini tidak ada informasi seperti itu. Kami baru mengetahui kondisi korban setelah kru melaporkan bahwa ia mondar-mandir sebelum kondisinya melemah,” ungkapnya.

Pihak kapal pun berupaya mempercepat perjalanan demi keselamatan penumpang. “Kami berusaha secepat mungkin, meskipun kapal dijadwalkan tiba pukul 19.30 Wita, kami memutuskan untuk mempercepat perjalanan. Namun, pada akhirnya, semuanya bergantung pada kehendak Allah,” pungkasnya.

Bagikan berita ini:
Tetap terhubung dengan kami: