Penumpang KM Tilongkabila Terkatung-katung Selama 14 Jam Usai Tabrak Karang di Selat Buton

Baubau – Ribuan penumpang KM Tilongkabila terkatung-katung di laut selama 14 jam setelah kapal yang mereka tumpangi diduga menabrak karang di perairan Selat Buton, tepatnya di wilayah Selat Baruta, Kabupaten Buton, Minggu (27/7/2025) malam.
Insiden terjadi sekitar pukul 23.00 Wita saat kapal berlayar dari Baubau menuju Raha. KM Tilongkabila disebut kandas di perairan Selat Baruta, Kabupaten Buton. Kapal ini dijadwalkan sandar di pelabuhan terakhir di wilayah Gorontalo.
Setelah insiden itu, kapal kembali ke Pelabuhan Murhum Baubau. Namun sejak kapal kandas, para penumpang belum mendapatkan kejelasan keberangkatan kembali.
“Iya sudah 14 jam kita di atas kapal tidak ada kejelasan,” kata salah satu penumpang inisial PD saat dihubungi Kendariinfo, Senin (28/7) siang.
Ia mengatakan beberapa penumpang memilih turun dan mengembalikan tiketnya. Sedangkan penumpang lainnya memilih bertahan dan menunggu kapal kembali diberangkatkan.
“Penumpang yang rutenya ke Raha tadi pagi mereka turun naik kapal cepat, kalau saya sendiri bertahan di kapal karena ada anak bayi,” bebernya.
Sementara, Kepala Cabang PT Pelni Baubau, Djasman memohon maaf atas insiden tersebut. Ia mengatakan kapal kandas di luar prediksi. Djasman pun memastikan pasokan makanan akan terus diberikan kepada para penumpang.
“Kami memohon maaf sebesar-besarnya atas kejadian ini. Kami memastikan semua penumpang aman terutama kebutuhan makanan di atas kapal,” bebernya.
Ia mengatakan saat ini kapal masih dalam perbaikan. Djasman berharap agar kapal bisa diberangkatkan malam ini. “Kita berharap kapal bisa berangkat malam ini,” tutupnya.
KM Tilongkabila Rute Baubau – Raha Tabrak Karang di Selat Buton, Penumpang Sempat Panik





