Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Pemerintah

Penyaluran Alsintan 2026 Digenjot, Pemprov Sultra Tambah 40 Unit Traktor untuk Petani

0
0
Prosesi penyaluran alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada salah satu kelompok tani di Kolaka Timur (Koltim), Sulawesi Tenggara (Sultra). Foto: Dok. PPID Sultra.

Sulawesi Tenggara – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) terus memfokuskan penyaluran alat dan mesin pertanian (alsintan) pada 2026 sebagai upaya memperkuat produktivitas sektor pertanian. Tambahan bantuan terbaru berupa 40 unit traktor roda dua (TR-2) berhasil didatangkan pada awal triwulan kedua tahun ini, melengkapi dukungan yang sebelumnya telah diguyurkan kepada petani.

Langkah ini merupakan hasil koordinasi intensif antara Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka, dengan Kementerian Pertanian RI di tengah keterbatasan anggaran daerah. Selain alsintan, pemerintah pusat juga memberikan tambahan program cetak sawah seluas 10.000 hektare. Dengan penambahan tersebut, total program cetak sawah di Sultra kini mencapai 24.050 hektare.

Distribusi alsintan dilakukan secara bertahap oleh Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan (Distanak) Sultra sejak 2025 hingga 2026. Penyaluran terbaru berlangsung ke Kabupaten Konawe dan Kolaka Timur (Koltim), yang dipimpin langsung Kepala Distanak Sultra, Muhammad Taufik. 4 kelompok tani menerima bantuan TR-2, terdiri dari 1 kelompok tani di Konawe dan 3 kelompok tani di Koltim.

Alat dan mesin pertanian (alsintan) milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) yang akan disalurkan kepada para petani. Foto: Dok. PPID Sultra.

Selain itu, enam kelompok tani di Koltim, khususnya di Desa Wiawia dan Desa Tokai, memperoleh pompa air sebagai langkah cepat mengatasi kekeringan ekstrem yang terjadi di wilayah tersebut.

Pada tahun sebelumnya, Sultra telah menerima berbagai jenis alsintan, meliputi 100 unit traktor roda dua, 52 unit traktor roda empat, 10 unit combine harvester, 25 unit pompa air tiga inci, serta 3 unit drone untuk pemupukan dan penyemprotan pestisida. Seluruh bantuan itu kini terus disalurkan sesuai kebutuhan daerah.

Penempatan alsintan ditentukan berdasarkan luas lahan baku sawah di tiap wilayah. Sistem penggunaannya bersifat pinjam pakai dan dapat digilir antar kelompok tani setelah masa tanam atau pengolahan lahan selesai, sehingga manfaatnya menjangkau lebih banyak petani.

Kepala Distanak Sultra, Muhammad Taufik, menegaskan bantuan tersebut tidak menjadi milik permanen satu kelompok tani. Ia mengatakan, alat yang telah selesai digunakan harus dipindahkan agar bisa dimanfaatkan kelompok lain di wilayah yang sama. Ia juga memastikan seluruh proses penyaluran dilakukan tanpa biaya.

“Alat ini dipakai bergantian. Setelah satu kelompok selesai mengolah lahan, traktor bisa langsung digunakan kelompok lain. Penyaluran juga tidak dipungut biaya,” ujarnya, Senin (6/4/2026).

Program alsintan 2026 ini diarahkan untuk mempercepat pengolahan lahan, meningkatkan efisiensi produksi, sekaligus mengurangi risiko gagal panen. Traktor digunakan untuk mempercepat pengolahan tanah, pompa air menjadi solusi cepat saat kekeringan, sementara combine harvester membantu percepatan panen agar kerugian dapat ditekan. Teknologi drone juga dimanfaatkan untuk meningkatkan efektivitas pemupukan dan perawatan tanaman.

Taufik menambahkan, kebijakan tersebut sejalan dengan arahan gubernur yang menekankan pembangunan pertanian berbasis solusi dan teknologi. Ia menyebut dukungan alsintan menjadi bentuk kehadiran pemerintah dalam membantu petani menghadapi berbagai tantangan produksi.

Bagikan berita ini:
Tetap terhubung dengan kami: