Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Muna

Perahu Pengangkut Air Tenggelam di Mubar, Nakhoda Berenang ke Darat Pakai Jeriken

Perahu Pengangkut Air Tenggelam di Mubar, Nakhoda Berenang ke Darat Pakai Jeriken
Bayu, nakhoda perahu fiber pengangkut air bersih berhasil selamat setelah kapalnya tenggelam di perairan Desa Tondasi, Kecamatan Tiworo Utara, Kabupaten Muna Barat (Mubar), Sulawesi Tenggara (Sultra). Foto: Istimewa. (5/2/2026).

Muna Barat – Perahu fiber pengangkut air bersih di Pulau Balu atau Desa Santiri, Kecamatan Tiworo Utara, Kabupaten Muna Barat (Mubar), Sulawesi Tenggara (Sultra), tenggelam di perairan Desa Tondasi. Nakhoda bernama Bayu, warga Desa Santiri selamat setelah berenang menggunakan jeriken ke daratan, Kamis (5/2/2026), sekira pukul 17.00 Wita.

Warga Desa Wanseriwu, Agus Malia, menjelaskan kejadian bermula ketika Bayu mengambil air bersih di Desa Tondasi. Dalam perjalanan kembali menuju Pulau Balu, perahu sempat menabrak pohon bakau di muara Desa Tondasi akibat kemudi bermasalah.

“Dalam perjalan pulang, kapal menabrak pohon bakau, karena kemudi bermasalah. Bayu lama mengengkol mesin, sebelum akhirnya bisa hidup kembali,” jelas Agus kepada Kendariinfo, Sabtu (7/2).

Setelah mesin dinyalakan, Bayu melanjutkan pelayaran. Ketika berada di perairan antara Pulau Balu dan Tondasi, angin kencang disertai gelombang tinggi menyebabkan air masuk dalam perahunya.

“Kondisi cuaca saat itu buruk. Angin sangat kencang dan ombak besar membuat kapal kemasukan air sampai akhirnya tenggelam,” ujarnya.

Menyadari perahunya tak dapat diselamatkan, Bayu segera berenang dengan memanfaatkan jeriken sebagai alat bantu. Meski melawan gelombang, Bayu berhasil mencapai dermaga Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Desa Tondasi dalam keadaan selamat.

“Pemilik kapal berenang dengan bantuan jeriken sampai tiba di TPI,” tutupnya.

Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten