Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Kendari

Perbaiki Atap Toko saat Hujan, Pekerja Bangunan di Kendari Tewas Tersengat Listrik

Perbaiki Atap Toko saat Hujan, Pekerja Bangunan di Kendari Tewas Tersengat Listrik
Proses evakuasi pekerja bangunan yang tersengat listrik saat bekerja memperbaiki atap toko di di Jalan Yos Sudarso, Lorong Darma Samudra, Kelurahan Kendari Caddi, Kecamatan Kendari, Kota Kendari. Foto: Istimewa. (25/7/2025).

Kendari – Seorang pekerja bangunan berinisial H (33), tewas tersengat listrik saat memperbaiki atap gudang sebuah toko di Jalan Yos Sudarso, Lorong Darma Samudra, Kelurahan Kendari Caddi, Kecamatan Kendari, Kota Kendari, Jumat (25/7/2025). Korban merupakan warga Desa Erinere, Kecamatan Kulisusu Utara, Kabupaten Buton Utara (Butur).

Peristiwa nahas itu terjadi sekira pukul 17.00 Wita, saat korban bersama rekannya inisial S (47) tengah memperbaiki atap seng yang bocor. Diduga korban tidak sengaja menyentuh kabel listrik bertegangan tinggi yang melintang di atas atap saat berdiri di titik rawan. Akibat sengatan itu, korban langsung tersungkur dan tak sadarkan diri.

“Saya lihat dia (korban) langsung terjatuh dan tidak bergerak. Saya tidak berani menolong karena takut ikut tersengat,” ujar S kepada polisi.

Evakuasi korban baru dapat dilakukan setelah petugas dari PLN Rayon Benubenua memutus aliran listrik di sekitar lokasi. Korban sempat dilarikan ke RS Santa Anna Kendari menggunakan ambulans dari Kantor Kesehatan Pelabuhan, tetapi nyawanya tidak tertolong.

Pihak manajemen toko menyampaikan duka mendalam atas insiden tersebut. Melalui Head of Corporate, Emi Landipo, menjelaskan sebelumnya sudah memberikan arahan agar pekerjaan dilakukan dari dalam bangunan karena adanya kabel bertegangan tinggi di atas atap.

“Sejak awal sudah kami arahkan agar pengerjaan tidak dilakukan dari luar. Bahkan scaffolding sudah kami siapkan di bawah,” jelas Emi.

Baca Juga:  4 Remaja Sultra Bakal Tampil dalam Kelompok Gita Bahana Nusantara di Istana Negara, Jakarta

Meski insiden itu terjadi di luar prosedur kerja yang telah diarahkan, Emi menegaskan pihaknya tetap bertanggung jawab dengan menanggung seluruh biaya penanganan medis hingga pengantaran jenazah ke rumah duka.

“Kami sudah menemui pihak keluarga dan menyerahkan santunan sebagai bentuk tanggung jawab moral. Kami menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dalam setiap langkah perusahaan,” tegasnya.

Emi berharap, kejadian tersebut menjadi pelajaran bagi semua pihak agar lebih memperhatikan keselamatan kerja untuk mencegah insiden serupa di masa mendatang.

Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten