Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Food

Perhatikan Ciri Takjil Berbahaya, BPOM Kendari Imbau Warga Lebih Waspada

0
0
Tim BPOM Kendari saat melakukan pengecekan terhadap takjil di Kampoeng Ramadan Anjungan Teluk Kendari. Foto: Hasmin Ladiga/Kendariinfo. (26/2/2026).

Kendari – Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kendari mengimbau masyarakat untuk lebih cermat dalam memilih takjil selama Ramadan. Selain melakukan pengawasan di lapangan, BPOM Kendari juga mengingatkan warga agar mengenali ciri-ciri makanan yang berpotensi mengandung bahan berbahaya.

Masyarakat perlu mewaspadai makanan dengan warna merah atau kuning yang terlalu mencolok dan tidak merata, terutama jika terlihat ada titik-titik warna yang menggumpal. Selain itu, tekstur makanan seperti mie, bakso, atau cilok yang sangat kenyal, kaku, tidak lengket, dan sulit dipotong patut dicurigai mengandung boraks.

Selain itu warga juga harus berhati-hati terhadap takjil yang memiliki aroma menyengat menyerupai bau obat, yang bisa menjadi indikasi adanya formalin. Makanan olahan seperti ikan atau lauk-pauk yang tidak dihinggapi lalat juga patut diwaspadai, karena bisa saja mengandung bahan pengawet berbahaya.

Ciri lainnya yakni gorengan yang terasa getir atau sangat renyah secara tidak wajar, makanan yang tidak basi lebih dari 24 jam di suhu ruang, serta kemasan yang tidak higienis seperti menggunakan kertas bekas, koran, atau plastik hitam.

Kepala BPOM Kendari, Andi Amirah Nilawati, mengatakan sejumlah bahan kimia seperti Rhodamin B dan Methanil Yellow kerap disalahgunakan sebagai pewarna makanan. Padahal, zat tersebut bukan diperuntukkan bagi konsumsi manusia.

“Bahan-bahan berbahaya ini seperti misalnya Rhodamin B atau Methanil Yellow yang biasanya dipakai di pewarna makanan. Kami setiap kali pemeriksaan takjil itu pasti menguji itu. Mudah-mudahan selama Ramadan tahun ini tidak ada kami temukan,” ujar Amirah, Kamis (26/2/2026).

Menurut Amirah, penggunaan zat-zat tersebut dapat berdampak serius bagi kesehatan karena bersifat sintetis dan tidak diperuntukkan untuk pangan.

“Dampak dari zat-zat ini tentunya berbahaya, karena namanya juga pewarna yang bukan untuk makanan artinya bahan-bahan sintetis yang masuk ke dalam tubuh manusia itu akan mempengaruhi organ tubuh dan bisa menyebabkan penyakit yang seharusnya tidak perlu dialami oleh masyarakat,” jelasnya.

Meski demikian, hingga saat ini BPOM Kendari belum menemukan adanya kandungan bahan berbahaya dalam takjil yang diperiksa di Kota Kendari.

“Sejauh ini kami belum menemukan zat atau bahan-bahan berbahaya tersebut. Artinya, masyarakat di Kota Kendari ini sudah memiliki kesadaran yang cukup tinggi dalam menjual produknya,” tutupnya.

BPOM Uji 25 Sampel Takjil di Kampoeng Ramadan Anjungan Teluk Kendari

Bagikan berita ini:
Tetap terhubung dengan kami: