Perkara Calo, Arus Balik di Pelabuhan Ferry Tampo Muna Ricuh
Muna – Arus balik mudik lebaran di Pelabuhan Ferry Kelurahan Tampo, Kecamatan Napabalano, Kabupaten Muna berlangsung ricuh, Minggu (14/4/2024).
Salah satu warga bernama Aris mengatakan bahwa kericuhan terjadi karena maraknya calo yang beraksi di kawasan pelabuhan tersebut.
“Banyak calo makanya ribut orang,” katanya.
Ia menerangkan, para calo beraksi dengan dua cara. Pertama, menawarkan pengambilan tiket tanpa mengantre atau berdesak-desakan dengan warga yang lain.
Kedua, menawarkan jasa meloloskan kendaraan untuk para pemudik tanpa mengikuti antrean panjang yang menghabiskan waktu hingga berjam-jam. Tarifnya pun bervariasi. Ada Rp50 ribu, bahkan mencapai Rp100 ribu.
Karena lama mengantri dan kendaraan tak kunjung berangkat, warga yang mengetahui itu langsung melayangkan protes kepada para petugas pelabuhan, termasuk para calo yang beraksi itu. Namun, keadaan justru memanas, cekcok dan kericuhan pun tidak terhindarkan.
“Ribut di antrean tiket dan antrean motor. Baku tengkar-tengkar orang. Masalahnya lama mengantre, tapi banyak calo yang kasi lolos-lolos orang lain, tidak mau mengantre,” kesalnya.
Saat ini, kata Aris, situasi sudah kondusif. Aparat kepolisian pun telah disiagakan untuk mengamankan para warga yang bakal melakukan arus balik dari Kabupaten Muna menuju Pelabuhan Torobulu, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel).
