Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Terkini

Perkuat Bahasa Negara, KBST Damping Krida Aktivis Sekolah dan Kampus di Kendari

Perkuat Bahasa Negara, KBST Damping Krida Aktivis Sekolah dan Kampus di Kendari
Peserta Pendampingan Krida Duta Bahasa bagi Aktivis Sekolah dan Aktivis Kampus Penggerak Literasi oleh Kantor Bahasa Sulawesi Tenggara (KBST) di Kota Kendari. Foto: Istimewa. (31/10/2024).

Kendari – Kantor Bahasa Sulawesi Tenggara (KBST) melaksanakan Pendampingan Krida Duta Bahasa bagi Aktivis Sekolah dan Aktivis Kampus Penggerak Literasi. Pendampingan dilaksanakan di Aula Balai Pelatihan Kesehatan Sulawesi Tenggara (Sultra), Kamis (31/10/2024).

Kegiatan itu sebagai upaya KBST dalam penguatan bahasa negara dan daerah. Pendampingan diikuti 76 peserta yang terdiri atas 20 mahasiswa, 20 siswa SMP, dan 36 siswa SMA di Kota Kendari.

Koordinator Tata Usaha KBST, Abdul Razak, dalam sambutannya menyampaikan para peserta yang hadir merupakan wujud dalam pelaksanaan amanat Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan.

“Bahasa Indonesia merupakan bahasa resmi yang harus diutamakan penggunaannya,” katanya.

Selain itu, bahasa daerah adalah bahasa yang digunakan secara turun-temurun oleh warga negara Indonesia dan harus tetap dilestarikan keberadaannya melalui pembinaan pidato pengutamaan bahasa negara, pembuatan konten kebahasaan, dan mendongeng bahasa daerah Tolaki.

“Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan Krida Duta Bahasa bagi Aktivis Sekolah dan Aktivis Kampus Penggerak Literasi yang telah dilakukan mulai dari bulan Mei – Agustus lalu di 14 titik sekolah dan kampus di Kota Kendari,” lanjutnya.

Para peserta sebelumnya telah mendapatkan materi mendongeng berbahasa daerah Tolaki untuk tingkat siswa SMP, membuat konten kebahasaan bagi siswa SMA, dan pidato pengutamaan bahasa negara buat mahasiswa.

Baca Juga:  Generasi Muda di Konut Dilibatkan dalam Revitalisasi Bahasa Tolaki Lewat Bermaya 2025

Setelah peserta dibina di sekolah dan kampus masing-masing, peserta kemudian diseleksi untuk mengikuti pendampingan. Kegiatan pendampingan diharapkan bisa menjadi penguatan bagi peserta sebagai generasi muda terhadap pengutamaan bahasa negara dan pelindungan bahasa daerah.

“Setelah memperoleh materi pendampingan, para peserta akan memiliki persiapan lebih matang untuk mengikuti lomba-lomba yang akan dilaksanakan pada kegiatan selebrasi bulan November nanti,” tutupnya.

Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten