Pernah Kuliah di Jurusan PPKN UHO, Jenazah Korban Penembakan KKB Tiba di Muna
Muna – Jenazah La Usu yang menjadi korban penembakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) telah dipulangkan di Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Kamis (8/12/2022). Pria asal Desa Korihi, Kecamatan Lohia, Kabupaten Muna tersebut pernah menempuh kuliah di Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari.
Ia tewas diserang oleh KKB di salah satu pangkalan ojek yang berada di Kampung Mangabib, Distrik Oksebang, Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua Pegunungan pada Senin (5/12) lalu. Penyerangan itu menyebabkan La Usu mengalami luka tembak di bagian pelipis kanan dan pergelangan tangan kanan putus.
“Benar, nama panggilnya La Usu. Kalau di kampus waktu kuliah di PPKN angkatan 2022, nama lengkapnya Musrin,” ujar rekan korban, Rata Jaya kepada Kendariinfo via WhatsApp.
Ia menambahkan, korban La Usu alias Musrin hanya melanjutkan pendidikan tinggi di UHO selama 1 semester. Namun, korban memilih berhenti dan merantau di Papua. Nahas, ia menjadi korban kekejaman KKB hingga jenazahnya harus dipulangkan di tanah kelahirannya setelah 8 bulan berada di sana.
Selain La Usu, ada dua warga lainnya juga tewas di tangan KKB yakni La Ati alias Pak De (40), alamat Jalan Sawi 1, Desa Kasimpa Jaya, Kecamatan Tiworo Selatan, Kabupaten Muna Barat (Mubar). Dia meninggal dunia karena tembakan senjata yang mengenai kepalanya.
Sedangkan, Nazman alias La Aman yang juga merupakan warga Desa Labone, Kecamatan Lasalepa, Kabupaten Muna juga meninggal dengan luka tembak di kepala.
Untuk diketahui, ketiga jenazah diberangkatkan dari Sentani menggunakan Pesawat Lion Air JT-3795 dengan rute penerbangan Sentani – Biak – Makassar. Usai dari Makassar, jenazah para korban diterbangkan ke Bandara Haluoleo menggunakan pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 994.
Dari Bandara Haluoleo, jenazah La Usu dimuat menggunakan mobil ambulance milik RSUD Bahteramas, jenazah La Aman menggunakan ambulance milik Lembaga Lingkar Pemuda Sultra, dan jenazah La Ati dimuat menggunakan ambulance Partai Perindo.
Ketiganya dibawa ke Pelabuhan Lainea, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) dan diseberangkan di Pelabuhan Tampo, Kabupaten Muna menggunakan kapal laut. Saat ini, para jenazah telah berada di kampung halaman masing-masing dan akan dimakamkan besok, Jumat (9/12).
“Biaya seluruh pemulangan jenazah ditanggung oleh pemerintah,” ujar keluarga korban La Usu, Al Mulawar.
