Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Sports

Persiapan Singkat Bikin Renang Sultra Gagal Bersinar di PON XX Papua

0
0
Arena Akuatik Kampung Harapan, Kabupaten Jayapura. Foto: Istimewa.

Sulawesi Tenggara – Persiapan yang cukup singkat menjadi alasan atlet renang Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) gagal bersinar pada gelaran Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021.

Atlet Sultra harus puas berada di urutan enam pada nomor pertandingan renang gaya ganti perorangan putra berjarak 20 meter, Selasa (12/10/2021). Dua hari sebelumnya, pada nomor 200 meter gaya dada hanya masuk 10 besar di babak penyisihan.

Pelatih Renang Sultra, Sariul, mengatakan perolehan yang dicapai anak didiknya sudah dilakukan dengan seluruh kemampuannya di lapangan.

Atlet renang dalam pertandingan PON XX Papua 2021 di Arena Akuatik Kampung Harapan, Kabupaten Jayapura. Foto: Istimewa.

Dia menyadari, gagalnya perenang melaju ke babak selanjutnya disebabkan terdapat kendala-kendala yang harus dihadapi atlet renang Sultra sewaktu proses latihan. Membandingkan dengan rival, provinsi lain justru cukup mumpuni dalam hal pembinaan.

“Ini bukan mengada-ada, kita punya pembinaan tidak maksimal, semua atlet pasti mengeluh,” katanya kepada Kendariinfo.

Proses latihan atlet renang Sultra untuk melaju ke PON XX Papua hanya tiga bulan dan itu dinilai cukup singkat. Menurutnya, dengan waktu tersebut tidak betul-betul mengasah kemampuan para perenang. Selain itu, kendala lain juga terdapat pada peralatan yang mendukung para atlet.

“Kemudian peralatan, kita diberi dana belanja sendiri peralatan di bulan Agustus, tetapi kami pakai itu jelang tiga minggu pertandingan. Sementara idealnya pakai alat minimal enam bulan sebelumnya, jadi otot yang mau dibentuk setengah mati,” jelasnya.

Tidak hanya itu, Sariul mengeluhkan keterbatasan fasilitas kolam renang yang mengharuskan para atlet bolak-balik melakukan latihan dari Kota Kendari ke Kabupaten Kolaka.

“Apalagi kolam sudah dibongkar, jadi kita harus bolak-balik latihan di Kolaka. Yah, sudah begitulah kita, pembinaan memang tidak maksimal,” keluhnya.

Dengan permasalahan yang ada, dia berharap agar Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sultra melakukan evaluasi terhadap kendala-kendala di setiap cabang olahraga.

“Kita berharap dapat dievaluasi, tujuannya untuk pembinaan jangka panjang. Jangan tiba masa tiba akal,” tutupnya.

Bagikan berita ini:
Tetap terhubung dengan kami: