Pertama Kali, Pemprov Sultra Lepas Atlet Paralimpiade ke Peparnas Papua 2021
Kendari – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) secara resmi melepas 27 atlet paralimpiade untuk pertama kalinya mengikuti ajang Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) XVI Papua tahun 2021, Senin (1/11/2021).
Peparnas 2021 yang merupakan ajang olahraga nasional utama untuk penyandang disabilitas juga akan digelar di Papua setelah pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX beberapa minggu lalu.
Gubernur Sultra, Ali Mazi mengungkapkan, Peparnas XVI Papua menjadi momen penting, karena menjadi yang pertama bagi Sultra untuk mengirimkan atletnya, sehingga hal ini dapat menjadi tolok ukur kemampuan serta memberi pengalaman kepada para atlet Sultra.
“Tentu kita berharap kepada atlet yang berlaga semoga dapat meraih prestasi cemerlang dan dapat membawa pulang medali sebanyak-banyaknya,” kata Ali Mazi kepada Jurnalis Kendariinfo.
Selanjutnya, untuk meraih sebuah prestasi tinggi, dia berkomitmen untuk terus memperhatikan pembinaan atlet-atlet olahraga yang ada di Sultra tanpa adanya diskriminasi.
“Tentu kita akan perhatikan sebaik mungkin, kita tidak ada membeda-bedakan antara atlet satu dan yang lainnya, semua kita layani dan perhatikan pembinaannya,” ucapnya.
Terkait bonus yang akan diberikan Pemprov Sultra kepada atlet Peparnas XVI Papua yang berhasil meraih medali pun akan disamakan dengan atlet yang meraih medali pada PON Papua beberapa waktu lalu.
“Ya, kita samakan, baik itu bonusnya, semua sama, kita sudah siapkan semuanya,” imbuhnya.
Diketahui sebelumnya, Pemprov Sultra bakal memberikan bonus kepada atlet yang berlaga di PON XX Papua, yakni medali emas Rp100 juta, perak Rp75 juta, dan perunggu Rp50 juta.
Kemudian, Gubernur yang telah dua kali memimpin Sultra tersebut meminta doa serta dukungan agar 27 atlet beserta pelatih yang akan berangkat nantinya diberikan kesehatan hingga kembali ke Sultra.
“Tentu, saya sebagai Gubernur meminta doa dan dukungan untuk atlet kita yang akan berangkat. Saya lihat semangatnya luar bisa, semoga diberikan kesehatan dan meraih prestasi setinggi mungkin, dan mampu membawa harum nama Sultra,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua NPCI Sultra Kafaruddin dalam laporannya menyampaikan, total 27 atlet tersebut akan berlaga pada lima cabang olahraga (cabor) dari 12 cabor yang dipertandingkan pada 62 nomor pertandingan.
Lima cabor tersebut masing-masing, atletik 17 atlet dengan 51 nomor pertandingan, bulu tangkis 3 atlet dengan 5 nomor pertandingan, renang 2 atlet dengan 6 nomor pertandingan, tenis meja 2 atlet dengan 4 nomor pertandingan, dan catur 2 atlet dengan 4 nomor pertandingan.
Atlet paralimpiade ini terdiri atas 3 atlet tuna netra, 3 tuna rungu wicara, dan 21 atlet tuna daksa. Selain itu, mereka juga diperkuat dengan pendamping sebanyak 19 orang yang terdiri dari 6 orang pelatih, 7 ofisial, dan 6 tenaga pendukung.
Kafaruddin mengatakan, pihaknya telah melakukan berbagai macam persiapan hingga keberangkatan menuju Papua, yakni tahap rekrutmen dalam bentuk klasifikasi dan seleksi awal di daerah pada empat titik, yaitu Kota Baubau, Muna, Kolaka, dan Kota Kendari.
“Mereka sudah melalui beberapa tahapan, hingga pemusatan latihan yang berlangsung di Kendari selama 48 hari kemarin, yang kita mulai tanggal 15 September sampai dengan 1 November 2021,” pungkasnya.
Peparnas sendiri adalah suatu ajang kompetisi yang menyerupai PON bagi atlet penyandang disabilitas Indonesia. Perbedaan PON dan Peparnas terletak pada pembagian kelas dan teknis pertandingan, di mana atlet dikelompokkan berdasarkan kondisi fisiknya. Dulunya, Peparnas disebut Pekan Olahraga Cacat Nasional (Porcanas), namun kemudian kata cacat diganti dengan kata paralimpiade seiring perkembangan yang terjadi di dalam organisasi Badan Pembina Olahraga Cacat (BPOC) Indonesia.
