Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Konawe

Pertandingan Sepak Bola Antar-desa Ricuh di Konsel

Pertandingan Sepak Bola Antar-desa Ricuh di Konsel
Pertandingan sepak bola antar-desa dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia (RI) di Lapangan Desa Wawonggura, Kecamatan Palangga, Kabupaten Konawe Selatan berakhir ricuh. Foto: Istimewa. (23/8/2025).

Konawe Selatan – Pertandingan sepak bola antar-desa dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia (RI) di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra) berakhir ricuh, Sabtu (23/8/2025) sore.

Warga Konsel berinisial A mengatakan, pertandingan sepak bola antar-kampung Kecamatan Palangga yang mempertemukan antara Desa Alakaya dan Desa Watudemba di Lapangan Desa Wawonggura, Palangga ricuh.

“Iya ricuh, pertandingan antara Desa Alakaya dan Desa Watudemba,” ujarnya kepada Kendariinfo, Minggu (24/8).

Sementara itu, warga Desa Wawonggura inisial G menuturkan, kericuhan bermula dari pelanggaran keras yang dilakukan salah satu pemain Desa Watudemba terhadap pemain Desa Alakaya di lapangan. Insiden itu sempat menegangkan, namun berhasil dilerai oleh wasit dan panitia pertandingan.

“Awalnya terjadi kericuhan karena pelanggaran keras pemain Watudemba, tetapi bisa dilerai oleh wasit dan panitia,” ujar G.

Ia melanjutkan, setelah itu Desa Alakaya berhasil mencetak gol pada menit-menit akhir sehingga skor menjadi 1-0. Gol tersebut membuat permainan makin panas karena pemain Desa Watudemba mulai bermain kasar hingga hampir menimbulkan kericuhan kembali.

“Selang beberapa menit, ada salah satu pendukung Desa Alakaya yang mendatangi bench pemain Watudemba dan sempat bersitegang dengan manajer tim Watudemba. Dari situ kericuhan kembali terjadi antara pemain kedua desa hingga akhirnya merembet ke para suporter,” jelasnya.

Para warga yang awalnya menyaksikan pertandingan tersebut lantas ikut turun ke lapangan. Melihat kericuhan yang makin memanas, sejumlah warga dan aparat setempat lalu berusaha melerainya.

Baca Juga:  Isak Tangis Doni Amansa Pecah, Usai Berhasil Kibarkan Bendera Merah Putih di Konawe

“Iya saya dari Desa Wawonggura juga jadi korban pemukulan karena berusaha melerai,” ujarnya.

Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten